NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
Wabah Coronavirus Lumpuhkan Penambangan Cryptocurrency Di Ch...

Berita, Berita Pertambangan/Mining

Wabah Coronavirus Lumpuhkan Penambangan Cryptocurrency Di China

Karena wabah Coronavirus di China, pemerintah telah melakukan serangkaian pengukuran dan tindakan untuk menjaga situasi agar tetap terkendali.

Bisnis sedang mengalami masa krisis di seluruh China. Dengan kontrol karantina yang ada, orang-orang disana diharuskan untuk tetap berada di tempat tinggal mereka dan tidak bisa bekerja keluar rumah apalagi ketempat kerjanya.

Sebuah mining farm, tidak terkecuali juga harus terpaksa tutup atau menghentikan operasinya. Menurut postingan situs Weibo dari CEO BTC.top Jiang Zhuoer 4 Februari lalu, semua mesin pertambangan terpaksa berhenti beroperasi di salah satu mining farm yang dimilikinya di daerah China.

Baca Artikel Terkait Lainnya: The Fed Amerika Serikat Gali Potensi Mata Uang Digital

Menurut Zhuoer, perusahaan dihimbau pemerintah agar tidak beroperasi dahulu saat ini. Dia mengklaim bahwa pekerjanya di farm penambangan tidak pernah berhenti bekerja dan tidak ada staf pemeliharaan yang berani meninggalkan daerah ini sebelum periode kontrol karantina berlaku.

Perusahaan Mesin Pertambangan Bitcoin Di China Juga Ikut Lumpuh

Listrik serta sumber daya yang terjangkau di daerah provinsi seperti Xinjiang, Inner Mongolia, Yunnan dan Sichuan telah berkontribusi besar sebagai pasar utama bagi penambang Bitcoin.

Bitmain dan Canaan Creative merupakan produsen chip penambangan besar di Tiongkok, Bitmain memproduksi 66% perangkat keras penambangan cryptocurrency dunia.

Karena wabah virus, perusahaan seperti Bitmain,  Canaan  dan MicroBT telah menerbitkan pemberitahuan di situs website mereka tentang keterlambatan layanan purna jual mereka hingga 10 Februari.

Halving Bitcoin tinggal 100 hari lagi. Beberapa komentator dan analis crypto percaya bahwa ini dapat memicu beberapa aksi harga yang sangat serius.

Jangka waktu wabah coronavirus masih tumpang tindih dengan halving bitcoin. Perusahaan pertambangan khawatir bahwa kedua faktor ini akan memiliki dampak yang kuat pada pemeliharaan peralatan pertambangan dan pengiriman mesin pertambangan yang baru.

Baca Artikel Terkait Lainnya: Blockchain Dapat Tingkatkan Pendapatan Industri Dirgantara Hingga Rp 545 Triliun Per Tahunnya

Gambar sampul: GETTY

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami