NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
Tips Mengenai Cara Menambang Bitcoin: Semua Hal Penting Yang...

Bitcoin, Wikipedia Crypto

Tips Mengenai Cara Menambang Bitcoin: Semua Hal Penting Yang Harus Anda Tahu

Sebelumnya saya sudah membahas mengenai apa itu Penambangan Bitcoin – penjelasan serta pengertian penambangan secara rinci. Tapi ok.. saya akan mengulanginya sedikit secara ringkas saja disini.
Penambangan Bitcoin merupakan sebuah proses menambahkan catatan transaksi ke ledger publik Bitcoin yang disebut Blockchain. Penambangan akan selalu berjalan sehingga setiap transaksi yang ada dapat dikonfirmasi, dan setiap pengguna jaringan dapat mengakses Ledger ini. Blockchain berguna untuk melihat dan membedakan transaksi Bitcoin yang sah dari setiap kegiatan transaksi.

Pada dasarnya, para penambang melayani komunitas Bitcoin dengan mengonfirmasi setiap transaksi dan memastikan bahwa setiap transaksi itu sah. Setiap kali blok baru ‘ditutup’, seorang penambang akan mendapat hadiah atau reward berupa Bitcoin. Pada Oktober 2017, reward tersebut mencapai 12,5 Bitcoin per bloknya.

Proses di mana koin baru ini muncul menyerupai sebuah proses di mana komoditas seperti emas ditambang dari tanah. Dan oleh sebab itu mengapa proses ini juga disebut dengan ‘penambangan’.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel ini “Apa Itu Penambangan Bitcoin? Pengertian Dan Penjelasan Ringkas”

Kali ini kita akan membahas beberapa tips mengenai cara Menambang Bitcoin dengan benar dan tepat agar mendapatkan profit yang maksimal. Karena perkembangan Penambangan bitcoin berjalan cepat dan banyak sekali alat yang mungkin sudah dalam kategori usang, maka kita harus pandai-pandai memilih dan menentukan alat penambangan mana yang akan kita pakai agar tidak mengalami kerugian.

Ok mari kita langsung saja…

Tips dan Cara Memilih Hardware Yang Tepat Dan Baik Untuk Menambang Bitcoin

Konsumsi energi

Hardware penambangan Bitcoin merupakan sebuah investasi, dan memiliki beberapa biaya terkait. Semakin kuat perangkat keras yang kita miliki, maka semakin banyak pula daya listrik yang dibutuhkan. Sebelum melakukan pembelian, Kita perlu mempertimbangkan konsumsi listrik perangkat keras atau hardware yang kita inginkan dan menghitung berapa banyak tagihan listrik yang akan kita bayarkan nanti. Tentunya kita tidak ingin menghabiskan semua uang kita untuk menutup biaya listrik saat menambang koin yang bahkan tidak sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan bukan.

Kita dapat menggunakan hash rate dan total konsumsi daya listrik untuk mengetahui berapa banyak hash yang akan kita dapatkan untuk setiap watt listrik yang digunakan oleh perangkat keras kita. Untuk melakukan hal ini, kita hanya perlu membagi jumlah hash dengan jumlah watt. Misalnya, jika hash rate perangkat keras kita adalah 5.000 MH/s dan membutuhkan daya listrik sebanyak 32 watt, maka kita akan mendapatkan 156,25 MH/s per watt nya. Kita dapat menggunakan kalkulator harga listrik online atau memeriksa tagihan listrik kita untuk mencari tahu berapa banyak yang akan dibayarkan mengenai biaya listrik.

Kita juga akan menggunakan komputer untuk menjalankan perangkat keras penambangan ini. Tentunya, komputer kita juga memerlukan energi listrik sendiri selain perangkat keras penambangan itu tadi, sehingga kita juga perlu memasukkannya ke dalam perhitungan yang tadi.

Hash rate

Mengingat kompleksitas yang ada dalam penambangan Bitcoin, sangat penting untuk melakukan pertimbangan matang sebelum berinvestasi mengenai jenis perangkat keras yang akan kita gunakan. Ada beberapa karakteristik yang perlu dipertimbangkan ketika memilih peralatan yang paling cocok untuk kita, dan salah satunya adalah hash rate.

Hash rate adalah jumlah perhitungan yang dapat dilakukan perangkat keras setiap detiknya. Ini adalah parameter yang sangat penting menurut saya, karena hash rate yang lebih tinggi biasanya jelas akan meningkatkan peluang kita untuk memecahkan masalah matematika secara cepat dan benar.

Apa yang dicari para penambang adalah output yang ditentukan dari fungsi hash. Ketika menyangkut pada fungsi hash, input yang sama akan selalu menghasilkan output yang sama, tetapi mereka dirancang agar tidak dapat diprediksi. Jadi, cara terbaik untuk menemukan output spesifik adalah dengan mencoba sebanyak mungkin input secara acak. Selain itu, penambangan sangat kompetitif, sehingga untuk mengumpulkan reward, penambang harus dapat melalui input secara acak secepat mungkin. Oleh karena itu mengapa memilih perangkat keras dengan tingkat hash yang tinggi itu sangatlah penting untuk penambangan.

Kecepatan hash diukur dalam megahash per detik (MH/detik), gigahash per detik (GH/detik) dan terahash per detik (TH/detik).

Kategori Perangkat Keras/Hardware Yang Dibutuhkan Untuk Menambang

Pada awal kemunculan Bitcoin banyak orang yang tertarik padanya, karena bagi mereka Bitcoin adalah ide yang revolusioner dan bebas. Jaringan self-governing yang terdesentralisasi di mana para pengguna bertugas untuk memastikan bahwa transaksi akan terus berjalan adalah angin segar di dunia yang sudah didominasi oleh bank, otoritas pajak, dan perusahaan besar yang mengawasi bagaimana tingkah seseorang dalam membelanjakan uangnya. Saat itu, nilai Bitcoin belum seperti ini. Jadi, dulu penambang murni termotivasi oleh ide dari Bitcoin bukan untuk mencari keuntungan. Dulu, para penambang mampu menghasilkan urutan hash dan mengkonfirmasi transaksi menggunakan komputer dan bahkan laptop.

Pada suatu hari, para penambang berhasil menemukan graphics card high-end memiliki potensi besar untuk meningkatkan kekuatan penambangan Bitcoin secara signifikan. Graphics card tersebut mengkonsumsi daya yang jauh lebih kecil per unit kerjanya, dan hasilnya bahkan berlipat 50 hingga 100 kali lipat lebih baik dari sebelumnya. Lalu, sejarah perangkat penambangan khusus itu muncul dan dipasarkan hingga sekarang. Alat penambangan khusus ini mampu meningkatkan kemampuan penambangan hingga lima kali lipat, lalu muncul berbagai mining farm dengan laba operasional, dan membuka jalan bagi industri pertambangan Bitcoin untuk terus berkembang hingga sekarang.

Saat ini, penambangan Bitcoin berubah menjadi sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. Ada banyak orang yang rela membayar tagihan besar mereka dengan mengoperasikan farm penambangan Bitcoin secara besar-besaran. Farm ini dirakit menggunakan berbagai alat perangkat keras pertambangan, serta graphics card dan alat pendingin. Jelas, mereka membutuhkan banyak listrik untuk mengoperasikan semua alat tersebut, sehingga akses ke listrik yang murah dan ramah lingkungan menjadi sebuah prioritas disini dan menjadi keuntungan tersendiri disini.

Gambar mining farm dari Shutterstock

Mereka yang ingin mendapatkan uang dari arena penambangan Bitcoin perlu bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia serta ratusan penambang individu yang bergabung dengan kelompok mereka dan membentuk sebuah perkumpulan penambangan Bitcoin.

CPU

Kategori perangkat keras penambangan Bitcoin yang paling lemah adalah komputer kita ini. CPU adalah singkatan dari Central Processing Unit, atau yang biasa disebut dengan prosesor komputer kita ini. CPU adalah satu-satunya cara untuk menambang Bitcoin tapi pada hari itu ya.. hari dimana Bitcoin pertama kali muncul, dan CPU sangat hemat biaya – yang Anda butuhkan hanyalah sebuah komputer dengan prosesor yang cukup kuat saja.

Namun, ketika para penambang mencoba untuk lebih agar mendapatkan banyak Bitcoin, mereka mulai berinovasi di banyak bidang. Jadi, sampai hari ini, penambangan menggunakan CPU pada dasarnya sudah usang sekali. Sebenarnya kita dapat menambang Bitcoin menggunakan laptop, namun tanpa mendapatkan sepersenpun Bitcoin.

GPU

GPU adalah singkatan dari Graphical Processing Unit, yang merupakan fitur dari graphics card high-end. GPU dirancang khusus sehingga mereka dapat menghitung semua poligon kompleks yang dibutuhkan dalam video games high-end, yang membuatnya sangat hebat dalam hashing matematika yang diperlukan untuk menyelesaikan blok transaksi.

Meskipun harganya mencapai beberapa ratus dolar, GPU memberi para penambang keuntungan yang besar jika dibandingkan dengan hashing CPU. Misalnya, CPU umumnya akan memberi kita kurang dari 10 MH/s. Namun GPU ATI 5970, salah satu kartu grafis paling populer dalam penambangan, dapat memberi Anda lebih dari 800 MH/s.

Populernya penggunaan kartu grafis ini menyebabkan munculnya rig penambangan pertama kali didunia, yang pada dasarnya adalah sebuah komputer yang dirakit. Rig-rig tersebut digunakan untuk menambang Bitcoin.

Seperti penambangan Bitcoin menggunakan CPU, penambangan GPU sebagian besar sudah mati saat ini. Dengan munculnya sebuah perangkat keras baru yang dirancang khusus untuk penambangan, dan juga faktor mining difficulty Bitcoin yang terus meningkat membuat kartu grafis tidak bisa bersaing. Jika kita memiliki akses daya listrik yang gratis sekalipun, rig GPU berkemungkinan besar tidak akan menghasilkan apa-apa.

FPGA

Tahap berikutnya dari pengembangan alat penambangan Bitcoin adalah pengenalan alat penambangan FPGA (Field Programmable Gate Array). FPGA merupakan sebuah sirkuit terintegrasi yang dirancang untuk dikonfigurasi setelah dibuat. Memungkinkan produsen perangkat keras penambangan untuk membeli chip dalam volume besar dan menyesuaikannya secara khusus untuk penambangan Bitcoin, sebelum memasukkannya ke dalam peralatan mereka sendiri.

Peluncuran beberapa perangkat FPGA pertama sukses total dan mengubah landscape penambangan Bitcoin. Itu adalah perangkat keras pertama yang dibuat khusus untuk menambang cryptocurrency. Mereka memberi para penambang keuntungan yang efisiensi dan kemudahan dalam penggunaan. Jika dibandingkan dengan kartu grafis yang memiliki hash rate 600 MH/s yang dapat mengkonsumsi daya listrik hingga 400 watt, perangkat penambangan FPGA standar akan memberikan hash rate sebanyak 826 MH/s dengan daya listrik sebesar 80 watt. Peningkatan ini memicu perkembangan ladang pertambangan Bitcoin secara besar-besaran.

ASIC

Application-Specific Integrated Circuit (ASIC), adalah microchip yang dirancang dan dibuat untuk tujuan penambangan Bitcoin dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ini menawarkan peningkatan hashing sebesar 100x, dan tentunya memiliki konsumsi listrik yang lebih kecil dan efisien dibandingkan dengan semua teknologi sebelumnya. Beberapa ahli menganggap ASIC sebagai teknologi ‘end-of-the-line’, karena tidak ada yang bisa menggantikannya dalam waktu dekat ini.

Chip ASIC tersebut secara khusus dirancang dan dibuat untuk satu tugas saja yaitu mining/menambang, alat ini bisa sangat mahal serta memakan waktu dalam pembuatan, namun kecepatannya tidak tertandingi. Chip ASIC teratas seperti AntMiner S9 memiliki kecepatan sebesar 14.000.000 MH/s, dengan harga sebesar $ 1.265. Tentu saja, ada chip yang lebih terjangkau harganya dengan banderol harga sekitar $ 50, tetapi kecepatannya lebih rendah.

Apa Itu Cloud Mining?

Jika kita ingin berinvestasi dalam penambangan Bitcoin tanpa membeli dan mengelola perangkat keras kita sendiri, cloud mining bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kita. Cloud Mining dilakukan melalui pembelian kontrak penambangan, yang memungkinkan para penambang untuk menggunakan kekuatan pemrosesan yang dijalankan dari pusat data jarak jauh. Dalam banyak hal, ini membuat penambangan lebih mudah. Kita tidak perlu berurusan dengan perangkat keras, perangkat lunak, biaya listrik, bandwidth dan masalah-masalah lainnya. Yang Anda butuhkan hanyalah sebuah komputer untuk melakukan komunikasi dan sebuah dompet Bitcoin lokal opsional.

Namun, ada sebuah risiko tertentu yang terkait dengan cloud mining yang perlu diwaspadai oleh investor sebelum membeli kontrak. Sudah ada banyak sekali penipuan cloud mining Bitcoin yang terjadi selama ini. Selain itu, kita juga tidak dapat mengontrol, melihat dan mengakusisi perangkat keras fisik yang sebenarnya. Dan tidak bisa mengetahui apakah alat penambangan fisiknya ada atau tidak.

Namun perlu kita pahami sekali lagi, ketika memilih untuk melakukan cloud mining, kita sebenarnya menyerahkan semua kontrol ke operator. Ini berarti bahwa operasi penambangan dapat terhenti jika operator menganggap nilai Bitcoin tidak stabil pada saat keadaan tertentu. Akhirnya, Anda akan mendapat untung yang jauh lebih sedikit karena operator akan membebankan komisi kepada Anda untuk menutup biaya operasinya.

Profitabilitas Pertambangan

Mempertimbangkan semua opsi yang ada di luar sana, memilih perangkat keras yang tepat untuk penambangan merupakan faktor terpenting bagi para pendatang baru. Kita harus mempertimbangkan biaya secara cermat dari segi perangkat keras itu sendiri maupun biaya listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan alat penambangan tersebut. Oleh sebab itu, sebelum membeli semua alat yang diperlukan dan membuat rig Anda sendiri, sangat penting untuk menghitung profitabilitas penambangan sebelumnya.

Ada beberapa kalkulator yang berfungsi untuk menghitung total biaya dan keuntungan suatu alat pertambangan. Seperti kalkulator dari The Genesis Block atau BTC Mining Profit Calculator. Kita tinggal memasukkan parameter seperti biaya peralatan, hash rate, dan konsumsi listrik, serta harga Bitcoin saat ini, untuk mengetahui berapa lama investasi kita akan terbayarkan dan mendapatkan keuntungan.

Software Penambangan

Tergantung pada jenis peralatan yang Anda pilih, Anda mungkin perlu menginstal perangkat lunak/software penambangan. Menggunakan GPU dan FPGA mengharuskan Anda memiliki komputer host yang menjalankan klien Bitcoin standar dan perangkat lunak penambangan. Klien Bitcoin diperlukan untuk menyampaikan informasi antara penambangan Anda dan jaringan Bitcoin, sedangkan perangkat lunak penambangan adalah yang menginstruksikan perangkat keras untuk melakukan tugasnya.

Ini beberapa software penambangan Bitcoin yang dapat kita gunakan:
Bitcoin Miner
CGMiner
BFGMiner
EasyMiner
RPC Miner

Apa Itu Kolam Penambangan Atau Mining Pool?

Saat ini, semua orang yang memasuki dunia cryptocurrency pertambangan harus bersaing dengan perusahaan besar dan farm pertambangan. Jadi, tentu saja, salah satu keputusan pertama yang harus dibuat oleh setiap penambang adalah apakah akan bermain solo atau bergabung dengan suatu ‘kelompok/pool’.

Pool mining adalah pendekatan penambangan di mana banyak pengguna menyumbangkan kekuatan komputasi mereka untuk menghasilkan blok. Kelompok/Pool ini memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk memecahkan blok dan mendapatkan hadiah, meskipun hadiah itu akan dibagi diantara anggota sesuai dengan kekuatan pemrosesan yang sudah disumbangkan. Jadi, bergabung dengan pool ini mungkin akan menciptakan aliran pendapatan yang stabil, meskipun setiap pembayaran akan terlihat sedikit jika dibandingkan dengan hadiah blok secara penuh.

Bergabung dengan pool berfungsi seperti halnya mendaftar diri ke layanan web lainnya. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat akun di situs web pool tersebut. Setelah memiliki akun, Anda harus membuat ‘worker’. Ada kemungkinan dapat menciptakan banyak worker, menugaskan mereka ke setiap bagian perangkat keras yang Anda gunakan. Hal penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah pemotongan dari pembayaran penambangan Anda yang diperlukan oleh pool tersebut. Biasanya, nilainya berkisar antara satu persen dan 10 persen, sementara itu ada beberapa pool yang tidak memotong reward pembayaran penambangan kita.

Apakah Penambangan Bitcoin Itu Menguntungkan?

Secara teori, penambangan masih bisa dilakukam oleh siapa saja, tetapi hanya mereka yang memiliki mesin bertenaga tinggi khusus yang dapat menghasilkan keuntungan dalam melakukan penambangan cryptocurrency. Sebagian besar penambang individu dan kelompok kecil akan menghabiskan lebih banyak uang untuk membayar tagihan listrik daripada hasil yang akan didapatkan melalui penambangan. Jadi, kecuali Anda dapat berinvestasi di sebuah farm penambangan besar dan mahal tentunya, dan memiliki akses ke listrik yang lebih murah, penambangan Bitcoin yang menguntungkan hanya sebatas mimpi.

Selain itu, penambang rumahan rata-rata sangat rentan terhadap masalah sepele seperti rusaknya perangkat keras, pemadaman listrik, pemutusan jaringan dan crash harga, yang mengarah pada hadiah penambangan yang hanya akan habis untuk biaya listrik dan maintenance itupun kalau tidak minus (besar pasak dari pada tiang).

Namun, situasi ini bisa saja membaik di masa depan. Perangkat lunak penambangan ASIC masih dalam tahap pengembangan secara berkala dan akan mencapai titik tertinggi yang baru, sementara itu solusi mengenai energi listrik baru yang pastinya murah, sustainable dan ramah lingkungan juga mulai berperan. Dengan adanya pembaharuan yang terus bermunculan ini mungkin tidak hanya membuat penambangan Bitcoin menjadi sebuah kegiatan yang menguntungkan bagi penambang kecil/perorangan lagi, hal ini juga bisa meningkatkan desentralisasi jaringan.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami