You have not selected any currencies to display
Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia Grebek 33 Fasilitas Pe...

Berita, Berita Penipuan Dan Peretasan, Berita Pertambangan/Mining

Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia Grebek 33 Fasilitas Penambangan Bitcoin Ilegal

33 Fasilitas Penambangan Bitcoin Ilegal Di Grebek

Kepolisian Malaysia serta Tenaga Nasional Berhad (TNB) atau (PLN jika di Indonesia) menyerbu sebuah operasi penambangan Bitcoin ilegal, para penambang Bitcoin ini tertangkap basah mencuri listrik dan pihak TNB mengalami kerugian yang di tafsir sebesar 3,2 juta ringgit Malaysia (setara dengan 10,8 milyar rupiah).

Perusahaan listrik Malaysia, Tenaga Nasional Berhad (TNB) menjadi korban operasi penambangan cryptocurrency ilegal, yang mengakibatkan kerugian kira-kira sebanyak 10,8 milyar rupiah, Malay Mail melaporkan hal ini pada tanggal 7 Agustus 2019. TNB menggerebek 33 tempat yang berlokasi di dekat ibukota negara bagian Pahang, Kuantan.

Manajer umum jaringan distribusi Siti Sarah Johana Mohd mengatakan bahwa fasilitas penambangan ilegal tersebut telah menambang Bitcoin selama enam bulan:

“TNB mengumpulkan bukti bahwa 23 tempat terbukti menjalankan aktivitas penambangan Bitcoin dan sementara 10 tempat lainnya sudah menyadari penggrebekan kami kali ini dan menghilangkan bukti lalu kabur.”

Peralatan penambangan ini mengonsumsi tenaga listrik langsung dari papan distribusi melewati meteran. Mereka membayar tagihan hanya 219 ringgit Malaysia (Rp 738.618,-/kurs live saat ini) sedangkan mereka seharusnya ditagih sebesar 108.000 ringgit Malaysia (Rp 364.678.630,-), ”jelas Mohd.

Tanggapan Dari Pihak Pemerintah Semakin Positif Terhadap Kripto

Pemerintah Malaysia menyatakan sentimen positif terhadap cryptocurrency dan teknologi blockchain, dan mereka telah mengklasifikasikan semua cryptocurrency sebagai sekuritas.

Menurut Menteri Keuangan Lim Guan Eng, pemerintah Malaysia melihat potensi cryptocurrency dan blockchain bisa meningkatkan sejumlah sektor perekonomian di negeri Jiran tersebut:

“Kementerian Keuangan memandang aset digital, serta teknologi blockchain yang mendasarinya, memiliki potensi untuk menghasilkan inovasi di industri lama maupun yang baru. Secara khusus, kami percaya aset digital memiliki peran untuk dimainkan sebagai alternatif penggalangan dana bagi pengusaha dan bisnis baru, dan kelas aset alternatif bagi investor. ”

Malaysia juga telah melegalkan penambangan serta perdagangan Bitcoin tanpa suatu batasan. Namun, Bank Sentral Malaysia mengeluarkan pernyataan bahwa Bitcoin tidak dianggap sebagai alat pembayaran yang sah dan penggunanya tidak terlindungi dengan baik dari skema penipuan maupun risiko operasional.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami