NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
‘Shock’ Pasca-halving BTC dan LTC Dapat Dimitiga...

Berita, Berita Bitcoin, Berita Pertambangan/Mining

‘Shock’ Pasca-halving BTC dan LTC Dapat Dimitigasi Dengan Penggabungan Penambangan Atau Merged Mining

Menurut sebuah laporan oleh sekelompok penelitian dari bursa kripto Binance yang dirilis pada 12 Juli 2019, efek dari pengurangan blok hadiah sebanyak 50 persen untuk penambangan Bitcoin (BTC) dan Litecoin (BTC) pasca-halving dapat dikurangi dengan penggabungan penambangan atau Merged Mining.

Charlie Lee Pernah membuat sebuah prediksi mengenai beberapa penambang yang akan menutup penambangan Litecoinnya setelah halving terjadi, yang diperkirakan akan terjadi pada 5 Agustus 2019 nanti, Binance Research menganalisis potensi yang disebut dengan penggabungan penambangan untuk mempertahankan insentif bagi penambang kripto.

Penggabungan penambangan/merged mining merupakan sebuah proses penambangan dua jenis cryptocurrency terpisah dalam waktu bersamaan pada satu blockchain, atau parent blockchain, pada smaller child blockchain dengan menerapkan proof-of-work tambahan (AuxPoW). Sampai saat ini, ada tiga contoh utama penggabungan penambangan, termasuk Bitcoin blockchain-parented Namecoin (NMC), Litecoin-merged Dogecoin (DOGE) dan Myriadcoin (XMY), semuanya dapat digabungkan dengan LTC maupun BTC.

Binance Research juga menyimpulkan bahwa penggabungan penambangan dapat berpotensi meningkatkan reward atau hadiah penambangan dengan mempertimbangkan halving blok hadiah di masa mendatang yang dijadwalkan untuk Litecoin dan Bitcoin. Selain itu, chain yang lebih kecil lainnya juga dapat berpotensi pindah ke AuxPoW untuk mendukung tingkat keamanan jaringan yang lebih tinggi sambil mengurangi kebutuhan untuk rangkaian penambangan terpisah, menurut Binance.

Binance Research juga memberikan peringatan mengenai penurunan potensial dari penggabungan penambangan dari perspektif si penambang dan tim proyek. Penambang tidak boleh diberi insentif untuk mendukung child blockchain karena tingkat biaya operasi yang signifikan serta potensi penurunan harga pasar koin yang diberikan.

Dari perspektif tim proyek yang mengerjakan aset crypto PoW, risikonya mencakup ketergantungan pada parent blockchain dan vektor potensial serangan baru.

Dalam laporan tersebut, Binance Research juga mempertimbangkan Dogecoin, yang telah beroperasi sekitar enam tahun hingga saat ini, sebagai contoh paling sukses dari penggabungan penambangan. Setelah Dogecoin mengadopsi model penggabungan penambangan pada Agustus 2014, hashrate penambangan koin meningkat sebesar 1.500% sementara juga menunjukkan korelasi dengan tingkat hash Litecoin. Menurut laporan itu, hampir 90% dari total tingkat hash Dogecoin berasal dari pool penambangan Litecoin yang besar pada Juli 2019.

Pada tanggal 5 Juli, bursa Binance melakukan listing terhadap Dogecoin pada platform perdagangan crypto-nya.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami