NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
Honda dan GM Akan Melakukan Riset Smart Grid, Interoperabili...

Berita, Berita Blockchain

Honda dan GM Akan Melakukan Riset Smart Grid, Interoperabilitas Mobil Listrik Dengan Teknologi Blockchain

Pabrikan mobil besar Honda dan General Motors (GM) bersama-sama melakukan penelitian tentang kendaraan listrik dan interoperabilitas smart grid menggunakan teknologi blockchain, kantor berita Jepang Nikkei melaporkan tanggal 20 Mei 2019.

Honda dan GM akan meneliti apakah kendaraan listrik dapat digunakan untuk menstabilkan pasokan energi di smart grid atau tidak. Secara khusus, perusahaan tersebut bermaksud untuk mengembangkan metode pengambilan data antara kendaraan listrik dan smart grid, yang bertujuan untuk memungkinkan pemilik kendaraan listrik agar mendapatkan biaya dari menyimpan daya dalam baterai mobil dan menukarnya dengan grid.

*Smart grid merupakan sebuah jaringan listrik pintar yang mampu mengintegrasikan aksi-aksi atau kegiatan dari semua pengguna, mulai dari pembangkit sampai ke konsumen dengan tujuan agar efisien, berkelanjutan, ekonomis dan suply listrik yang aman (IEC, 2010). Pengertian mengenai smart grid diambil dari smartgridindonesia.com

Para pihak nantinya akan bekerja dalam konsorsium teknologi internasional Mobility Open Blockchain Initiative (MOBI), yang bertujuan untuk membuat layanan mobilitas yang lebih efisien. Platform ini diluncurkan pada awal Mei dan merupakan gagasan dari lebih dari tiga puluh peserta termasuk Bosch, Hyperledger, IBM dan IOTA.

Musim panas ini, GM bergabung dengan BMW, Ford, dan Renault sebagai anggota baru Mobility Open Blockchain Initiative (MOBI), sebuah perusahaan patungan besar yang mencakup lebih dari tiga puluh peserta yang meliputi Bosch, Hyperledger, IBM, dan IOTA.

Pada bulan Juni, IOTA dan Volkswagen mendemonstrasikan proof-of-concept (PoC) untuk mobil otonom, yang menggunakan arsitektur Tangle yang berorientasi pada Internet-of-Things (IoT) IOTA bukan blockchain ‘tradisional’.

Sebelumnya GM pernah mengajukan sebuah paten blockchain untuk solusi dalam mengelola data dari kendaraan yang otonom. Sistem ini bertujuan untuk menyediakan distribusi data yang “aman” dan “kuat” dan pertukaran yang dapat dioperasikan antara beberapa kendaraan otomatis dan entitas lainnya, seperti kota, otoritas regional, dan fasilitas publik.

Raksasa otomotif Amerika ini juga menjadi mitra proyek startup Springchain yang bergabung dengan block Lab untuk meningkatkan keamanan data.

Di antara produsen mobil terkemuka lainnya yang merangkul teknologi blockchain, Mercedes-Benz kini juga sedang mengembangkan platform blockchain yang memungkinkannya untuk penyimpanan dokumentasi dan kontrak dalam complex supply chain.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami