You have not selected any currencies to display
Hash rate ETH capai titik tertinggi sepanjang masa, menamban...

Berita, Berita Ethereum

Hash rate ETH capai titik tertinggi sepanjang masa, menambang Ethereum 3 Kali lebih menguntungkan daripada BTC

Hash rate Ethereum tembus batas 250 TH/dtk untuk pertama kalinya

Jumlah daya komputasi atau yang biasa disebut hash rate di jaringan Ethereum saat ini memuncak. Kali ini menambang Ethereum 3 kali lebih menguntungkan tenimbang menambang BTC.

Menurut data dari penyedia analisis on-chain Glassnode, hash rate Ethereum sentuh titik tertinggi sepanjang masa melebihi 250 terahash per detik (TH/s) pada 6 Oktober, menandai kenaikan 80% per Januari. Glassnode melaporkan bahwa lonjakan hype seputaran proyek DeFi tahun ini yang memicu biaya gas lebih tinggi mungkin telah berkontribusi pada metrik yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa ini.

Fakta, data dari kumpulan penambangan kripto F2Pool menunjukkan bahwa saat ini tiga kali lebih menguntungkan untuk menambang Ethereum (ETH) daripada Bitcoin (BTC).

F2Pool, yang menghitung profitabilitas penambangan dengan menentukan pendapatan saat ini (hadiah blok dan biaya transaksi) dan mengurangi biaya daya, melaporkan bahwa penambang BTC Antminer S19 Pro dapat memperoleh keuntungan $ 4,33 selama 24 jam, sementara penambang ETH yang menggunakan GTX TitanV 8 dapat menghasilkan $ 15,56 selama periode yang sama – 259% lebih menguntungkan saat ini. Enam dari rig penambangan yang dipantau oleh F2Pool menunjukkan penambang Ethereum menghasilkan keuntungan harian lebih dari $ 10, sementara hanya dua rig penambangan Bitcoin yang memiliki keuntungan lebih dari $ 4.

Hash rate adalah metrik utama saat menentukan kesehatan dan keamanan blockchain. yang berguna untuk mengukur daya komputasi jaringan. Terakhir kali hash rate Ethereum mendekati level tertinggi sepanjang masa ini adalah pada Agustus 2018, ketika metriknya mencapai 246 TH/s. Namun, harga ETH terus menurun hingga di bawah $ 100 pada bulan Desember tahun itu.

Berbagai metrik lain dari jaringan Ethereum mungkin mendorong penambang untuk memilih jaringan ini daripada Bitcoin.

Ditambah dengan lonjakan dari DeFi dengan pertumbuhan stablecoin yang mendorong biaya transaksi di blockchain Ethereum ke level tertinggi sepanjang masa di Q3. Data dari Glassnode menunjukkan penambang Ethereum menghasilkan $ 166 juta dari biaya transaksi saja pada bulan September. Sebaliknya, penambang Bitcoin hanya memperoleh $ 26 juta dari biaya transaksi selama periode yang sama.

Namun, pendapatan dari biaya transaksi turun secara signifikan akhir-akhir ini. Cointelegraph melaporkan bahwa rata-rata biaya gas telah menyusut sejak memuncak $ 11,60 pada 17 September menjadi $ 2,98 pada 1 Oktober, penurunan lebih dari 74% dalam dua minggu.

Gambar REUTERS/DADO RUVIC

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami