NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
Chinese Group Ingin Beli Salah Satu Tambang Bitcoin Terbesar...

Berita Pertambangan/Mining

Chinese Group Ingin Beli Salah Satu Tambang Bitcoin Terbesar di Amerika Latin

Rocelo Lopes CEO Stratum, CoinPY sedang menegosiasikan penjualan perusahaan tambang Bitoin milik CoinPY Brazil yang terdaftar di Paraguay, yang pernah menjadi perusahaan crypto terkemuka di Amerika Latin.

Menurut informasi yang beredar, negosiasi itu sudah hampir menuju tahap akhir kesepakatan dan seluruh pabrik penambangan di Paraguay akan dijual kepada Chinese group yang sudah mengoperasikan farm pertambangan serupa di Tiongkok.

Semua peralatan di farm pertambangan CoinPY yang terdaftar di Brasil dan Paraguay harus dikosongkan. Oleh karena itu Lopes memiliki kesempatan
untuk mengosongkan semua mesin penambangan yang ada di sana hingga akhir Februari ini.

Baca Artikel Terkait Lainnya: Kerjasama Ripple Dan Bank Terbesar Di Mesir

Di tahap akhir negosiasi, pihak China seharusnya sudah mengirimkan peralatan mereka ke Paraguay dan menutup beberapa pabrik di China. Namun sampai saat ini belum ada detail yang jelas terkait hal ini.

Apakah Aturan Di China Semakin Ketat Sehingga China Terpaksa Membeli Tambang Bitcoin Baru Di Negara Lain?

Kelompok ini sedang melakukan berbagai diskusi dengan Lopes terkait peraturan, Chinese group melakukan hal ini untuk mengantisipasi gelombang peraturan yang mempersulit industri mata uang digital setelah rilisnya mata uang digital bank sentral China (CBDC).

Ekspansi Atau Hanya Antisipasi?

Para penambang China lainnya juga sedang mencari lokasi alternatif untuk menyiapkan operasi penambangannya, hal ini dikarenakan Sichuan (tempat dimana industri penambangan Bitcoin berada) mengalami musim hujan yang akan berlangsung dari April hingga September nanti, dan banyak penambang akan memindahkan operasinya ke Mongolia, Xinjiang, dan Yunnan (3 Kota ini pada bulan itu mengalami musim kemarau) untuk mengambil keuntungan dari energi yang dihasilkan oleh perusahaan pembangkit listrik tenaga panas atau sinar surya.

Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, sampai saat ini farm penambangan Bitcoin di Tiongkok masih tutup dan semua mesin masih menghentikan operasinya karena wabah virus Corona.

Images via Shutterstock

Baca Artikel Terkait Lainnya: Hebat! Harga Ethereum Naik Selama 7 Minggu Berturut-turut, Tanda Apa Ini?

Redaksi Bitcoin News Indonesia

Komentar

comments

Bitnami