NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
Atlantis: Perubahan Yang Akan Terjadi Pada Jaringan Ethereum...

Berita, Berita Ethereum

Atlantis: Perubahan Yang Akan Terjadi Pada Jaringan Ethereum Classic Setelah Hard Fork

Pada 19 Juni 2019, komunitas Ethereum Classic (ETC) mengumumkan akan dilakukannya fork hard yang bernama Atlantis yang sekarang masuk dalam tahap pengujian. Seperti yang sudah Bitcoinnewsindo laporkan sebelumnya, update jaringan tersebut dijadwalkan pada bulan September mendatang dan akan berlangsung di blok 8,75 juta.

ETC Labs, yang secara aktif berkontribusi pada proyek Atlantis, juga sudah memperkenalkan solusi lain untuk interoperabilitas Ether (ETH)/ETC yang menjadi bagian dari proyek Metronome Validator Network. Langkah ini nantinya akan membawa sebuah transparansi pada aspek-aspek tertentu dari upgrade yang akan datang.

ETC itu sendiri muncul setelah adanya serangan pada proyek DAO milik Ethereum pada tahun 2016 lalu, ketika 3,6 juta ETH dicuri dari proyek tersebut. Pada saat itu, 3,6 juta ETH setara dengan $ 70 juta (988,7 milyar rupiah). Untuk mengembalikan dana yang hilang tersebut, Ethereum melakukan hard fork dan secara bersamaan juga muncul Ethereum Classic. Saat ini, ETC adalah cryptocurrency terbesar top – 20, dengan kapitalisasi pasar lebih dari $ 865 juta, menurut coin360.com.

Mari kita kaji lebih dalam mengenai motivasi, teknis, dan konsekuensi potensial dari hard fork yang akan segera tejadi pada ETC.

Mengapa Harus Hard Fork?

Hard fork adalah perubahan radikal protokol blockchain, yang dapat dilakukan untuk mengembalikan transaksi, menambah fungsionalitas baru atau memperbaiki risiko keamanan. Tidak seperti waktu sebelumnya ketika DAO diserang, hard fork ini nantinya akan lebih mirip seperti upgrade yang menguntungkan. Menurut posting blog Ethereum Classic Labs, hard fork Atlantis nantinya akan ditujukan untuk menghadirkan sebuah perangkat lunak blockchain yang aman dan berkualitas tinggi dengan tetap memperhatikan komunitas.

Atlantis adalah pembaruan atau upgrade yang konsisten, yang dijalankan dengan penuh perhitungan dan kehati-hatian yang akan memastikan kompatibilitas ETC dengan Ethereum nantinya, yang mengarah pada kolaborasi simple dari kedua blockchain bersaudara tersebut. Tim juga bermaksud untuk meningkatkan fungsionalitas dan stabilitas ETC. Poin terakhir yang sangat relevan, karena jaringan telah mengalami “serangan 51%” pada Januari lalu.

Siapa Saja Yang Akan Ikut Terlibat?

Untuk menyelesaikan pengembangan teknis dari klien utama, Classic Geth (68% dari penggunaan jaringan), ETC Labs telah berkolaborasi dengan ChainSafe Systems dan bekerja sama dengan ECC, Parity dan IOHK. Tim pengembang, ETC Labs Core, yang diyakini sebagai yang paling terampil, telah secara aktif berkontribusi pada persiapan Multi-Geth. Adapun posting blog ETC Labs, “Komunitas ETC telah menunjukkan perhatian dan dukungan yang besar” untuk hard fork. “Semua pemangku kepentingan telah berpartisipasi penuh dalam diskusi tentang perincian, ruang lingkup, dan waktu dari hard fork,” kata pengembang.

Ditambah lagi ETC Lab dan Metronom akan mengeluarkan cryptocurrency yang bernama MET, yang nantinya dapat ditransfer di antara blockchain ETC dan ETH. Hal ini bisa terjadi karena “chainhopping” yang merupakan properti dari aset blockchain dan dapat ditransfer dari satu chain ke chain lainnya. Menurut postingan blog, “Lab ETC akan mendukung Jaringan Validator Metronome untuk memastikan verifikasi transaksi yang andal dan aman yang menjaga terhadap serangan pengeluaran ganda dan memberikan transaksi lintas chain yang lancar.”

Mencapai Konsensus Sesuai Jadwal

Pada tanggal 11 Juni 2019, para pemangku kepentingan dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia menyetujui jadwal hard fork: Yang diputuskan bahwa ETC Kotti dan ETC Morden testnets akan diaktifkan masing-masing pada blok nomor 716.617 dan 4.729.274, dan akhirnya hard fork akan diimplementasikan pada blok 8.500.000.

Namun, mengingat bahwa blok yang dipilih akan berjalan pada hari Minggu, ETC Labs menyesuaikan jadwal selama panggilan finalisasi Ethereum Classic Improvement Protocol (ECIP) pada 20 Juni. ETC Labs mengumumkan bahwa hard fork akan terjadi pada blok nomor 8.772.000 (pada hari Selasa, 17 September, sekitar tengah hari waktu UCT) hal ini dilakukan agar banyak pihak terlibat dalam implementasi hard fork.

“Komunitas telah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas waktu, ruang lingkup dan keterlibatan, dan kami telah memutuskan arah dan waktu rilis dari hard fork Atlantis. Jadi, keputusan dibuat dan komunitas serta pemangku kepentingan semuanya bisa bergerak maju bersama.”

Apa Yang Kita Tau Tentang Atlantis?

Atlantis muncul untuk menggabungkan beberapa Ethereum Improvement Proposal (EIP) yang telah ada di Ethereum selama beberapa tahun. Misi dari hard fork adalah untuk membawa ETC agar sejajar dengan protokol terbaru ETH yang memungkinkan interoperabilitas di kedua blockchain ETH/ETC nantinya.

ETC Labs Core mendeskripsikan beberapa fitur ECIP-1054 (Atlantis) dalam postingan blog mereka.

Secara keseluruhan, upgrade akan terdiri dari 10 proposal perbaikan termasuk peningkatan stabilitas, peningkatan op-code, precompiled contract untuk meningkatkan zkSNARKs, peningkatan terkait kinerja dan peningkatan keamanan.

Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge (zkSNARK) adalah inti dari ECIP-1054. zkSNARK adalah zero-knowledge proof yang sudah dikenal. Ini menyiratkan bahwa tidak ada interaksi antara prover dan verifier yang dibutuhkan, yang “memungkinkan seseorang untuk membuktikan x tanpa harus menyampaikan informasi apa pun kepada verifier selain mereka yang tahu x.”

Skema Сustomary encryption secara efisien mengamankan data tetapi perlu didekripsi sebelum perhitungan. Untuk mengubahnya, zkSNARK menggunakan teknologi Enkripsi Homomorfik yang memungkinkan penghitungan data terenkripsi yang tidak memerlukan akses khusus: Prover dan verifier hanya berbagi dataset atau parameter enkripsi saja.

Selanjutnya, dengan upgrade ke zkSNARK, pengguna memperoleh peningkatan privasi yang diperlukan untuk data seperti identitas atau lokasi, yang sekarang benar-benar transparan di blockchain. Fitur ini didasarkan pada EIP-196. Adapun deskripsinya, secara teori zkSNARKs dapat diimplementasikan oleh Ethereum Virtual Machine, namun mereka tidak akan sesuai dengan batas gas blok karena biaya.

EIP-196, pada bagiannya, menyarankan untuk menyesuaikan parameter znSNARK tertentu sehingga teknologi akan bekerja secara efektif dengan biaya gas yang lebih rendah. Sementara itu, EIP-197 memastikan verifikasi kontrak zkSNARK pada blockchain Ethereum Classic. EIP membuat teknologinya cukup fleksibel untuk lebih ditingkatkan dan pengembangan tanpa kesulitan.

Di antara manfaat yang dimunculkan oleh pembaruan atau upgrade, akan ada tingkat penerbitan ETC yang lebih mudah diprediksi. Formula saat ini tidak memiliki “uncle rate,” yang akan diperbaiki oleh EIP-100 (“Mengubah difficulty adjustment menjadi target waktu blok rata-rata termasuk uncle”). Selanjutnya, deployment dari decentralized application (DApp) setelah hard fork, serta migrasi DApps antara Ethereum dan Ethereum Classic, akan menjadi lebih mudah dan lebih efisien.

Komunitas juga akan mendapatkan kinerja Ethereum Classic yang lebih baik lagi, karena EIP-161 akan mengoptimalkannya dengan menghapus akun kosong. Ini akan “mendebloat” jaringan dan mempercepat waktu sinkronisasi. Usulan perbaikan lainnya adalah mengubah batas ukuran kode kontrak menjadi 24.576 byte.

Usulan terakhir kebetulan merupakan batu sandungan dalam komunitas ETC: Awalnya, salah satu pendiri Ethereum Vitalik Buterin memperkenalkan EIP-170 untuk mencegah skenario serangan. Tetapi, jika diterapkan dalam ETC, itu akan memberi batasan pada ukuran kode smart contract yang dapat dijalankan dalam satu transaksi, dan ini menciptakan titik perselisihan di antara komunitas Ethereum Classic. Beberapa pengembang ragu apakah benar untuk memasukkan EIP dalam upgrade nya nanti. Menurut pengembang ETC Anthony Lusardi:

“Aturan-aturan ini hanya dapat diterapkan pada validasi transaksi daripada validasi blok, menjadikannya sebuah soft fork dan bukan hard fork. […] Sangat penting untuk tetap berpegang pada aturan yang sudah disepakati sebelumnya.”

Mengejar Interoperabilitas Di Antara Dua Blockchain

Proposal hard fork Atlantis di GitHub menunjukkan bahwa “membangun dan mempertahankan perilaku yang dapat saling beroperasi antara klien Ethereum sangat penting untuk pengembang dan adopsi pengguna akhir, menghasilkan manfaat untuk semua chain yang berpartisipasi (misalnya, ETH dan ETC, Ropsten dan Morden, Görli dan Kotti) “

Atlantis harus menyediakan kapabilitas yang lebih luas untuk interoperabilitas antara blockchain dan protokol penskalaan off-chain. Semakin cepat interoperabilitas diimplementasikan, semakin cepat metode pembayaran dan perbankan tradisional akan terganggu, dan di sinilah manfaar kerjasama mulai terasa.

Stevan Lohja, koordinator teknologi di ETC Labs Core, menjelaskan dalam sebuah diskusi di Discord mengapa kompatibilitas itu penting, sambil menyebut Ethereum Classic sebagai “tempat perlindungan/sanctuary”

Tim-tim yang berkontribusi pada Atlantis dan Metronome mengejar tujuan bersama: untuk memungkinkan “transaksi lintas rantai dengan cepat, mudah, dan aman yang terjadi antara ETH dan ETC.”

Terjadi Split Atau Tidak

Dengan mempertimbangkan semua perubahan yang akan dilakukan pada hard fork Atlantis ke ekosistem, adopsi pembaruan yang agak berhasil dapat diharapkan. Ini telah diterima secara positif oleh para pemangku kepentingan. “Komunitas menemukan konsensus, dan hard fork kali ini tidak akan terjadi split pada chain nya,” klaim seorang pengguna bernama BabySocrates dalam obrolan Discord.

Mengomentari asal usul fitur yang diusulkan, direktur eksekutif di ETCC, Bob Summerwill, menekankan bahwa “semua upgrade Atlantis berasal dari ETH.” Dia juga mengkonfirmasi tanggal yang diusulkan pada hard fork, 17 September: “Ya, batas waktu itu realistis.”

Ethereum Classic berada di ambang tahap baru kemajuan teknologi, dan komunitas memiliki harapan besar mengenai perubahan lewat hard fork Atlantis.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami