You have not selected any currencies to display
Aplikasi Perpesanan LINE Luncurkan Program Berhadiah Token

Berita

Aplikasi Perpesanan LINE Luncurkan Program Berhadiah Token

LINE, memiliki lebih dari 84 juta pengguna di Jepang, mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah memulai program hadiah di mana ia akan memberikan token LINK kepada mereka yang menggunakan layanan digitalnya.

CoinDesk Jepang melaporkan pada 19 September 2020, pengguna akan diberi hadiah berupa token LINK dengan hanya menghubungkan akun mereka ke tiga aplikasi selulernya, yaitu LINE Pay untuk pengiriman uang dan settlement/penyelesaian, LINE Securities untuk investasi pribadi dan LINE Score untuk evaluasi kredit.

Program hadiah ini adalah bagian dari upaya LINE untuk mempromosikan inisiatif blockchainnya. Pada tahun 2018, perusahaan membuat lab in-house untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dapps) berdasarkan Blockchain LINE yang sudah dipatenkan.

Line juga meluncurkan dompet aset digital dan platform pengembangan untuk pengembang dapp pada bulan Agustus.

Program ini dimulai pada 18 September. Berdasarkan rencana tersebut, 10.000 pengguna yang memiliki kartu kredit LINE family yang diterbitkan oleh LINE Pay akan menerima token LINK senilai 2.000 yen (Rp 292.563), sementara pengguna LINE Securities akan mendapatkan hadiah hingga 500 yen (Rp 71.051) senilai token dengan membuka akun dan mengisi kuesioner. LINE Securities diketahui sudah melakukan kerja sama dengan Nomura Holdings, salah satu pialang saham terbesar di Jepang.

Pengguna dapat mengubah token menjadi mata uang fiat dengan layanan perdagangan aset kripto LINE, Bitmax, di mana mereka perlu membuka akun untuk memproses transaksi tersebut.

Perusahaan bertujuan untuk mendorong penggunanya untuk berpartisipasi dalam ekonomi token di mana lebih banyak orang akan berdagang atau menggunakan token LINK sebagai cara pembayaran dan meningkatkan kegunaannya.

Perusahaan aplikasi perpesanan lain juga mengembangkan token asli mereka sendiri untuk memanfaatkan basis pengguna mereka yang besar. Kik dan Telegram contohnya juga berupaya meluncurkan token di blockchain mereka sendiri.

Kredit: Getty Images

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami