NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
Akibat Virus Korona Tiongkok Harus Mengkarantina Uang Kertas

Berita

Akibat Virus Korona Tiongkok Harus Mengkarantina Uang Kertas

Dilaporkan bahwa China telah melakukan karantina uang kertasnya, langkah ini adalah sebuah usaha untuk menghentikan penyebaran virus corona yang sedang melanda wilayahnya.

Sementara itu, dari pihak komunitas crypto yang mulai mendengar berita tersebut berkomentar bahwa penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran harus bisa memperbaiki masalah tersebut.

Virus Korona Di Tiongkok Telan Korban Lagi

Provinsi Hubei, tempat Wuhan berada, mencatat sebuah lonjakan dramatis terkait korban virus corona hampir 15.000 kasus baru dan 242 kematian baru hanya dalam 24 jam setelah pihak berwenang provinsi mengubah metode mereka untuk mendiagnosis kasus pada 13 Februari 2020.

Baca Artikel Terkait Lainnya: Menurut Stock-to-Flow Harga Bitcoin Bisa Capai 100.000 USD Sebelum Akhir Tahun 2021

Laporan terbaru dari BBC menginformasikan 2.009 kasus baru dan 142 kematian lainnya. Menurut angka resminya, jumlah total yang terinfeksi di negara ini di atas 68.000 jiwa, dan jumlah kematian mencapai 1.665 jiwa.

Uang Cash (Uang Kertas) Dikarantina, Tambang Bitcoin Di Tutup Operasinya

Kabarnya Pemerintahan Tiongkok juga mengkarantinakan uang kertasnya, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Dimana uang kertas yang dijadikan media pembayaran memang bisa menjadi media transfer virus.

Selain itu fasilitas penambangan crypto di China juga ditutup oleh pemerintah, namun penutupan tambang crypto ini hanya memiliki dampak kecil atau bahkan tidak berdampak pada hash rate jaringan Bitcoin (BTC). Jaringan malah berkinerja lebih kuat dari sebelumnya dengan hash rate yang terus meningkat.

Mati Greenspan, pendiri Quantum Economics, menuturkan bahwa sulit untuk memperkirakan dampak pada pasar saat ini, “Bagaimana hal itu akan mempengaruhi harga Bitcoin, saya benar-benar tidak bisa memberi tahu Anda.”

Sementara juru bicara produsen perangkat keras pertambangan Bitmain mengatakan bahwa mereka tidak terkena dampak sama sekali.

Komunitas crypto kini mulai berspekulasi di twitter apakah Bitcoin bisa menjadi jawaban untuk melawan penyebaran virus yang melalui uang kertas?

Muncul CoronaCoin

Baru-baru ini muncul sebuah corona-koin (NCOV) yang berbasis ERC-20, menurut postingan di Reddit. Menurut situs web token tersebut, tujuannya adalah untuk menyebarkan kesadaran tentang wabah corona yang sedang melanda dunia khususnya China.

Image courtesy of CNN.

Baca Artikel Terkait Lainnya: Chinese Group Ingin Beli Salah Satu Tambang Bitcoin Terbesar di Amerika Latin

Redaksi Bitcoin News Indonesia

Komentar

comments

Bitnami