You have not selected any currencies to display
6 Bank Sentral Bentuk Kelompok Kerja, Tangani Kasus Pengguna...

Berita

6 Bank Sentral Bentuk Kelompok Kerja, Tangani Kasus Penggunaan Mata Uang Digital

6 Bank Sentral telah membentuk sebuah kelompok kerja dengan Bank of International Settlements (BIS) untuk berbagi informasi penelitian terkait kasus potensial untuk penggunaan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Grup terdiri dari bank sentral Swedia, Kanada, Swiss, Inggris, Jepang, serta Bank Sentral Eropa (ECB) dan BIS. Hal ini diumumkan oleh ketujuh anggota group tersebut hari Selasa – 21 Januari 2020, setiap lembaga perbankan akan terus menilai “pilihan desain ekonomi, fungsional dan teknis, termasuk interoperabilitas lintas batas” dari CBDC dan akan berbagi hasil temuan penelitian.

Para anggota juga akan bekerja dengan Komite Pembayaran dan Infrastruktur Pasar (CPMI), badan penyusun standar internasional untuk pembayaran dan kliring, dan Dewan Stabilitas Keuangan (FSB), serta badan rekomendasi untuk sistem keuangan global – yang sebelumnya telah memperingatkan tentang potensi risiko yang terkait dengan stablecoin.

Baca Artikel Terkait Lainnya: Crypto Jadi Tema Di Acara Forum Ekonomi Dunia

Kelompok kerja tersebut akan diketuai oleh kepala Pusat Inovasi BIS yang baru ditunjuk, Benoît Cœuré dan Jon Cunliffe, wakil gubernur dari Bank of England dan ketua CPMI. Perwakilan senior dari anggota bank lain juga akan dimasukkan.

Cœuré akan berperan sebagai kepala Hub Inovasi, yang tujuannya untuk memimpin upaya BIS dalam mengeksplorasi mata uang bank sentral. Dia sebelumnya mengatakan kepada wartawan pada November tahun lalu bahwa ECB sedang mengevaluasi peran CBDC ketika dia menjadi anggota Dewan Eksekutif bank. Dia juga menjadi ketua kelompok kerja G7 yang menyelidiki dampak global dari stablecoin.

Minat terhadap CBDC benar-benar meningkat setelah munculnya pengumuman terkait proyek Libra musim panas lalu. Sejak saat itu, prospek inisiatif mata uang private telah mempercepat penelitian dan pengembangan bank sentral menjadi mata uang digital.

Tidak hanya itu, Bank sentral Thailand secara lantang juga mengumumkan pada bulan Mei 2019 bahwa mereka mulai bergerak dengan proyek mata uang digitalnya sendiri. Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney bahkan mengusulkan alternatif mata uang digital yang dapat menggantikan dolar AS sebagai mata uang cadangan global. Kemudian China, yang ingin mengalahkan Libra dilaporkan juga berambisi untuk meluncurkan CBDC-nya sendiri.

Kelompok kerja yang beranggotakan tujuh bank ini bukanlah contoh pertama gerakan bank sentral yang bekerja sama untuk menguasai dan menerapkan teknologi ledger terdistribusi (DLT). Sejak 2016 silam, ECB dan Bank of Japan telah menjalin sebuah kerja sama untuk merilis laporan penelitian kolaboratif yang menyelidiki terkait DLT yang dapat diintegrasikan ke dalam infrastruktur keuangan global.

Baca Artikel Terkait Lainnya: Libra Masih Hidup

Gambar sampul oax

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami