NamePrice24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
3 Alasan Bitcoin Adalah Aset Global Safe Haven Bagi Investor

Analisis, Analisis Pasar, Berita, Berita Bitcoin

3 Alasan Bitcoin Adalah Aset Global Safe Haven Bagi Investor

Devaluasi mata uang dan turunnya perekonomian yang diakibatkan perang dagang antar negara adidaya membuat banyak para investor panik, investor berusaha untuk terus mencari tempat perlindungan. Jadi sangat wajar jika harga Bitcoin akan terus naik, karena hal ini diakibatkan oleh ketertarikan investor pada Bitcoin.

Kali ini kita akan membahas mengenai 3 Alasan Bitcoin Adalah Aset Global Safe Haven Bagi Investor. Dan mengapa para investor di seluruh dunia malah semakin melirik Bitcoin? itu karena Bitcoin memiliki jaringan netral (tidak memihak dan dikendalikan negara manapun), tidak ada batasan untuk menyimpan dan mentransfer nilai.

Oke langsung saja kita akan memasuki alasan yang pertama.

Setiap mata uang fiat di dunia ini memang sengaja mendevaluasi nilainya sendiri

Ketika AS dan negara-negara lain berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga, investor akan berduyun-duyun beralih ke emas, uang tunai, obligasi pemerintah dan Bitcoin sebagai aset pelindung nilai, menurut pakar ekonom dan juga Mantan eksekutif Goldman Sachs-Raoul Pal.

Pal menjelaskan mengapa kita semakin cepat mendekati krisis mata uang. Pal juga percaya bahwa Bitcoin akan terus naik nilainya sepanjang krisis moneter terus berlanjut kedepannya.

Pal juga mengatakan, bahwa penguatan dolar akan memicu gelombang deflasi global secara besar-besaran, yang dapat menyebabkan krisis keuangan. Namun, inti terpentingnya disini ketika krisis keuangan melanda adalah tren yang sangat bullish akan terjadi pada harga Bitcoin.

Bitcoin terus menyimpang dan tidak memiliki korelasi dengan pasar tradisional

Investor merasa gelisah selama bank sentral terus melakukan penurunan suku bunga. Akhir pekan lalu, Federal Reserve Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan memangkas suku bunganya lalu disusul oleh Cina yang mendevaluasi mata uangnya.

Grafik USD/CNY berikut ini adalah efek dari kegiatan diatas tersebut.

Sangat jelas bahwa outflow CNY ke USD dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Terlebih lagi, data terbaru dari SFOX menunjukkan bahwa Bitcoin adalah yang paling sedikit yang mempunyai korelasi dengan pasar tradisional.

Sumber: SFOX-Korelasi antara aset digital dan Emas

Tidak hanya bank sentral AS dan China yang berlomba-lomba untuk memangkas suku bunganya. Diketahui bahwa Bank of Thailand juga melakukan pemangkasan suku bunganya sebesar 25 basis poin, lalu disusul oleh Reserve Bank of New Zealand yang juga melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak 50 basis poin, dan hal ini sangat mengejutkan banyak investor tentunya.

Selain itu, reserve bank India juga melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 35 basis poin. Penting untuk di ingat, kurs bank sentral India tampaknya memiliki hubungan terbalik dengan harga Bitcoin selama beberapa tahun terakhir, menurut grafik yang diposting oleh Pakar Global Macro Value Quant, John M. Spallanzani.

Menariknya, kenaikan suku bunga juga bertepatan dengan area bottom harga Bitcoin dan sebaliknya selama beberapa tahun terakhir ini.

Bitcoin dapat memberikan Keuntungan yang asimetris

Analis lain setuju bahwa Bitcoin akan selalu muncul di dalam radar para investor yang sedang mencari aset safe haven alternatif.

Sebagai contoh, pada awal minggu ini saat wawancara dengan CNBC, salah satu pendiri Morgan Creek Digital Anthony Pompliano membahas bagaimana Bitcoin akan bereaksi terhadap tren moneter global saat ini.

Pompliano setuju bahwa devaluasi China memainkan peran besar dalam upaya bull Bitcoin saat ini. Dia juga menambahkan bahwa institusi juga semakin melirik Bitcoin karena telah “terbukti tidak berkorelasi dan memberikan pengembalian yang asimetris jika dibandingkan dengan aset tradisional.”

“Bitcon semakin menjadi aset lindungan nilai makro bagi investor. Pemangkasan suku bunga akan menambah likuiditas. Likuiditas akan mendorong uang untuk masuk ke Bitcoin, yang membantu Bitcoin untuk terus naik.” Jelas Tom Lee.

Awal tahun ini, Lee juga mengatakan bahwa pada tingkat ini Bitcoin dengan mudah akan mencapai harga tertinggi sepanjang masa yang baru.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer

Bitnami