Otoritas Tiongkok sengaja menutup bursa mata uang digital BISS dan menangkap 10 orang karyawan BISS. Media lokal Sohu melaporkan tindakan yang dilakukan oleh otoritas China tersebut.

Pada hari yang sama, mitra pendiri perusahaan investasi berbasis blockchain Primitive Ventures Dovey Wan mengatakan lewat Twitter bahwa komunitas cryptocurrency lokal telah mengetahui kejadian tersebut dua minggu sebelumnya. Namun, berita itu baru saja dipublikasikan. Dia juga mengklaim bahwa bursa yang berbasis di Beijing itu patut diperhatikan.

BREAKING (which is known in Chinese crypto community for 2 weeks btw the “news” is just out)

A Beijing based crypto exchange BISS is arrested by local police (it’s a relatively known up-and-rising exchange) https://t.co/DRyOlyaTpm

Over 10 ppl have been arrested

— Dovey 以德服人 Wan 🗝 🦖 (@DoveyWan) November 22, 2019

Dalam postingan blog yang diterbitkan pada 18 November 2019, bursa tersebut terjerat masalah penarikan dana pengguna. Perusahaan itu juga mengkonfirmasi bahwa otoritas China telah menghentikan operasinya:

“Menurut market sources, dapat dipahami bahwa operasi BISS telah dihentikan setelah proses penyelidikan dari otoritas pengawas China tentang layanan yang ditawarkan kepada pengguna dimulai, mungkin ada ketidak selarasan dengan peraturan kontrol modal di China.”

Perusahaan mengklaim bahwa operasi tersebut telah dihentikan sementara waktu oleh pihak berwenang untuk memeriksa kasus tersebut dan untuk melindungi kepentingan pengguna. Terakhir, bursa juga mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penegak hukum di Tiongkok.

China Atur Ketat Bursa Crypto Lokalnya

Otoritas Shenzhen mengidentifikasi sebanyak 39 bursa yang ditutup karena mendapat larangan perdagangan mata uang digital China (kurangnya syarat hukum yang dapat membahayakan para investor dan pedagang/trader). (sohu)

Nov 24, 2019Fajar Himawan

comments