Bitcoin baru saja mencapai dan menembus 10.000 USD untuk pertama kalinya di tahun 2020 ini. Perlahan-lahan BTC menguat dan menembus level resistensi psikologis dan resisten teknikalnya.

BTC belum melakukan penutupan harga harian atau mingguan di atas 10.000 USD, analis mengatakan jika Bitcoin bergerak melewati level kunci ini maka positif akan ada peristiwa yang lebih besar lagi (Bullish).

Grafik dari Tradingview

Di bawah ini ada beberapa batasan atau kemungkinan yang akan terjadi pada harga Bitcoin kedepannya menurut para analis, fundamental dan teknis.

Baca Artikel Terkait Lainnya: $ 10K Jadi Tujuan, Uptrend Bitcoin Masih Berlanjut?

Pergerakan BTC Tembus 10.000 USD Bisa Picu Kenaikan Harga

Menurut LightCrypto, naiknya Bitcoin ke 10.000 USD bisa menciptakan skenario di mana harga “dapat merangkak naik ke kisaran 11.000 USD satu jam mendatang.”

/4 If and when we break the $10,000, we teleport to probably $11,000 in an hour.

— light (@LightCrypto) February 7, 2020

Pasar mencari likuiditas. Ada ratusan juta pemberhentian, likuidasi, dan perintah pemicu bersembunyi tepat di atasnya. Hadiahnya terlalu besar untuk tidak diambil. Sebutnya untuk memperkuat pernyataannya.

Intinya dia berkata bahwa pedagang/trader akan mencoba dan mendorong harga melewati 10.000 untuk memicu pergerakan yang lebih besar atau menghentikan kerugian

Light menambahkan bahwa Bitcoin akan melakukan retaking kembali ke kisaran harga 10.000 USD sebelum bablas naik, ini akan menjadi tanda lebih banyak investor emosional yang masuk ke BTC dan melanjutkan tren naiknya sebelum halving, kemungkinan ini bisa memicu lebih banyak perasaan “takut ketinggalan” alias FOMO.

Di tambah pernyataan dari Trader Cantering Clark yang sependapat. Pada hari Sabtu kemarin dia memposting sebuah tweet di mana dia menyatakan jika 10.000 USD “tercapai” maka untuk mencapai harga 14.000 USD “sangatlah mudah dengan jumlah FOMO yang bisa kita lihat saat ini.

It is really hard to look at this chart and not think that if 10k gets popped that 14k is a breeze with the amount of FOMO we could see.If this was your favorite low cap alt right now you would be piling in.

What happens when Alt flows siphon back to the source? $BTC pic.twitter.com/c6iCAD80F2

— Cantering Clark (@CanteringClark) February 8, 2020

Jacob Canfield membuat komentar senada seakan menambah trend positif BTC kali ini, menyatakan bahwa ada kemungkinan bagus bahwa begitu Bitcoin menembus 10.000 USD akan ada “1.000 USD mega candle mengikutinya” seperti yang terjadi pada tahun 2019 yang lalu, di mana harga dengan cepat naik lebih tinggi ketika pembeli melangkah secara bersamaan.

Be prepared for either scenario on #Bitcoin1⃣ Fake break to $10k and get a harsh rejection.2⃣ Break $10k and get a $1,000 mega candle (like 2019).If short, stop would be below $10k or you’ll face slippageIf long, I’d wait for $10k to break.

$10k break from 2019 attached pic.twitter.com/5Wy6XJV9Pf

— Jacob Canfield (@JacobCanfield) February 8, 2020

Namun dari semua keyakinan positif diatas, Jacob Canfield mengakui bahwa ada kemungkinan cryptocurrency bergerak melewati lima digit adalah gerak palsu, yang berarti “penolakan keras/harsh rejection” akan mengikuti dan membuat BTC anjlok.

Koreksi Downside BTC?

Penembusan harga baru-baru ini hingga mencapai 10.000 USD merupakan kenaikan harga yang cukup signifikan dan mengagetkan. Hal ini bisa memicu reli besar menuju 11.000 USD bahkan lebih.

Oleh karena itu, kemungkinan koreksi downside masih sangat kecil. Garis level support awal masih berada di kisaran 9.600 USD (zona breakout kemarin). Jika 9.600 dollar tertembus akan menyebabkan harga BTC terus turun menuju area support 9.000 USD.

Maka dari itu, penting untuk kita mengawasi grafik BTC sampai cryptocurrency ini dengan jelas melewati atau muncur kembali dari harga 10.000 USD.

Baca Artikel Terkait Lainnya: Reddcoin (RDD) Umumkan Upgrade Dompet Core PoSVv2 Untuk Mentransformasi Pembangunan Crypto-Community

Feb 9, 2020Redaksi Bitcoin News Indonesia

comments