CEO Binance yaitu Changpeng Zhao menyambut proyek-proyek DeFi yang berbasis Ethereum untuk ikut bergabung dengan platform Binance Smart Chain (BSC) miliknya.

Terpantau sebuah diskusi lewat tweet dengan para pengguna lain, Zhao menjelaskan bahwa langkah ini akan mengurangi beban di jaringan Ethereum, yang pada gilirannya akan menurunkan biaya gas Ethereum.

Of course, love to see moe DeFi projects migrating over, and lessen the load on ETH, and hopefully, reduce the gas fees there a little too.

— CZ Binance (@cz_binance) September 13, 2020

Zhao menjelaskan bahwa Binance Smart Chain bukanlah pengganti atau pesaing dari jaringan Ethereum dan kompatibel dengannya. Zhao menambahkan bahwa Binance Smart Chain memberi pembuat smart contract atau kontrak pintar mempunyai lebih banyak pilihan:

“BSC tidak pernah bertujuan untuk menggantikan ETH, BSC hanya kompatibel dengan ETH. Smart project memberi penggunanya lebih banyak pilihan. Opsi dengan biaya yang lebih murah.”

Dalam akhir komentar Zhao mengungkapkan bahwa volume transaksi Binance Smart Chain baru-baru ini sudah mencapai 10% dari jaringan Ethereum beberapa hari yang lalu.

Binance meluncurkan platform Binance Smart Chain pada 1 September, dan CEO-nya mengumumkan peluncuran dana investasi yang sebesar $ 100 juta yang dikhususkan untuk proyek building di Smart Chain beberapa hari yang lalu.

Zhao juga berbicara tentang keputusan Binance untuk menambahkan proyek DeFi terbaru bahkan saat perusahaannya gagal mendaftarkan SushiSwap. Binance Smart Chain sekarang menjadi tuan rumah BurgerSwap, proyek DeFi terbaru.

In the past, I have generally tried not to comment on specific projects or coins.

Going forward, I will be tweeting more about projects on #BinanceSmartChain. They are not endorsements. Rather just a way to promote the community.

— CZ Binance (@cz_binance) September 12, 2020

“Di masa lalu, saya biasanya mencoba untuk tidak mengomentari sebuah proyek atau koin tertentu. Untuk selanjutnya, saya akan tweet lebih banyak tentang proyek di #BinanceSmartChain. Itu bukan sebuah dukungan. Namun bisa diibaratkan sebagai cara untuk mempromosikan komunitas,” kata Zhao.

Dia juga memperingatkan bahwa sebagian besar proyek DeFi ada yang gagal:

“Beberapa mungkin menawarkan keuntungan jangka pendek, tetapi mereka juga memiliki risiko yang sangat tinggi. Jangan menginvestasikan uang Anda yang tentunya Anda sendiri tidak mau kehilangan uang tersebut.”

Most of the DeFi projects will fail. Some may offer short term gains, but they come with super high risks too.

Don’t invest money that you can’t lose.

— CZ Binance (@cz_binance) September 12, 2020

Sep 14, 2020Fajar Himawan

comments