Bank Sentral Rusia telah memulai pengujian stablecoin yang dipatok ke aset riil dalam sandbox regulatorinya. Elvira Nabiullina, kepala bank sentral Rusia, mengatakan bahwa bank tidak menganggap bahwa stablecoin itu akan berfungsi sebagai alat pembayaran atau menjadi pengganti uang, Interfax 25 Desember 2019.

Nabiullina membeberkan bahwa Bank Rusia sedang mengeksplorasi potensi penggunaan stablecoin – cryptocurrency yang dipatok ke aset lain untuk mencegah volatilitas harga. Dia menuturkan:

“Kami sedang menguji stablecoin dalam ‘sandbox’ regulasi kami. Kami akan mengawasi perusahaan yang bersedia menerbitkan token yang dipatok ke aset nyata tertentu. Dalam sandbox regulasi kami, kami mempelajari potensi penggunaan stablecoin tetapi kami tidak menganggap bahwa stablecoin itu nantinya akan berfungsi sebagai alat pembayaran dan menjadi pengganti uang.”

Bank Rusia Juga Ingin Mengeksplorasi CBDC

Kabarnya, bank sentral Rusia juga terus mengeksplorasi kemungkinan untuk mengeluarkan mata uang digital bank sentral (CBDC) sendiri, rubel digital, kata Nabiullina. Nabiullina menekankan bahwa bank pertama-tama ingin memahami potensi manfaat CBDC berdasarkan pengalaman dari yurisdiksi lain di seluruh dunia.

Namun, Nabiullina menekankan bahwa penerbitan rubel digital dapat menyebabkan beberapa “konsekuensi serius” termasuk perubahan dalam struktur pasar keuangan seperti arus keluar deposit.

Popularitas Cryptocurrency Merosot Drastis Di Rusia

Selain itu, kepala bank sentral Rusia menjelaskan bahwa popularitas cryptocurrency di Rusia telah menurun selama dua tahun terakhir.

“Kami menentang private money. Jika beberapa mata uang digital dirancang untuk menjadi pengganti private money (uang privasi), kami tidak dapat mendukungnya.”

Berita terbaru ini sejalan dengan pengumuman publik sebelumnya dari Bank Russia. Karena itu, Nabiullina mengatakan bahwa bank sedang menjajaki peluang untuk meluncurkan CBDC pada Juni 2019. Namun, otoritas tidak berharap untuk meluncurkan inisiatif tersebut dalam waktu dekat, seperti yang dilaporkan pada saat itu.

Dec 27, 2019Fajar Himawan

comments