Beberapa minggu yang lalu, LogRhythm yang membantu perusahaan keamanan dalam menghadapi serangan cyber dan ancaman telah merilis tujuh prediksi untuk tahun 2017. Menurut mereka, tahun ini, Internet akan dimatikan selama 24 jam.

Baca juga: Platform Waves Blockchain Memperkenalkan Kerangka Penilaian Organisasi Yang Berbasis Komunitas

“Kami melihat serangan DDoS besar-besaran terhadap DynDNS dalam beberapa bulan terakhir, yang mengakibatkan situs-situs seperti Twitter, Netflix, Spotify dan Amazon menjadi tidak berfungsi dalam beberapa jam. Kami juga melihat DDoS serupa menimpa Brian Krebs sebelum serangan terhadap Dyn itu terjadi.” Kata James Carder, Chief Information security officer dan Vice President di LogRhythm.

Carder yakin bahwa ini hanya sebuah tes, dan kita akan melihat peningkatan serangan pada protokol dasar komunikasi internet di masa yang akan datang nanti.

Apa Dampaknya Jika Internet Mati?

Saat ini, teknologi sangat penting bagi pembangunan ekonomi. Sebuah laporan dari Asosiasi Internet pada tahun 2015 menemukan bahwa web menghasilkan sekitar $ 966 miliar di Amerika Serikat saja, yang setara dengan sekitar enam persen dari perekonomian seluruh negara.

Efek multifaset Internet di pasar keuangan tidak dapat dipungkiri. Secara signifikan internet memfasilitasi arus informasi dan interaksi ke berbagai pelaku ekonomi. Internet juga memfasilitasi akses secara langsung ke pasar keuangan dari berbagai pelaku ekonomi. Karena internet merupakan jaringan global yang dapat mengendalikan operasi lintas batas nasional. Sederhananya, tanpa internet, bisnis tidak mampu terlibat dalam dunia e-commerce, penyediaan layanan digital dan produk.

Lihat saja, saat ini dunia sangat bergantung pada Internet, ekonomi dan pasar keuangan terikat penuh oleh keberlanjutan ancaman dan serangan yang terjadi. Jika serangan dan ancama sering terjadi, tidak menutup kemungkinan jika internet mati maka semua sistem akan beresiko runtuh.

Jika Internet Mati, Apa Yang Akan Terjadi Di Pasar Keuangan?

Kita ambil contoh di tahun 2011 lalu, pemerintah Mesir menutup seluruh jaringan internetnya selama lima hari dengan alasan keamanan nasional. Kerusakan yang disebabkan oleh inisiatif seperti ini sangat dramatis. Menurut estimasi yang dibuat oleh OECD, Organisasi untuk Economic Development and Cooperation, keputusan yang dibuat oleh Mesir ini menelan $ 90 juta. Jika konektivitas internet dimatikan selama satu tahun, hal itu akan mengurangi PDB negara Mesir sebanyak tiga sampai empat persen. Menurut penelitian oleh Pusat Teknologi inovasi di Brookings, pemadaman Internet yang terjadi diantara tanggal 1 Juli 2015 dan 30 Juni 2016, sudah menelan biaya setidaknya sebanyak $ 2,4 Miliar pada PDB global.

Apakah Hal Ini Akan Membawa Dampak Buruk Bagi Bitcoin?

Bagaimana dengan Bitcoin yang pada dasarnya hidup di dalam ruang Internet? Apakah mungkin sih hal ini akan mempengaruhi Bitcoin?

Akhir-akhir ini Bitcoin semakin banyak digunakan untuk berbagai transaksi oleh para pengguna Internet, dan kami melihat bisnis yang mulai menerima pembayaran melalui Bitcoin. Pemadaman konektivitas internet tidak diragukan lagi akan menyebabkan banyak kerusakan pada sistem. Namun, para ahli percaya bahwa Bitcoin akan terus menunjukkan resistensinya yang tinggi terhadap serangan tersebut.

SMS and Broadcasting

Sudah jelaslah, bahwa tanpa akses internet, kemungkinan untuk mengirim dan menerima Bitcoin secara signifikan akan sangat terbatas. Dalam istilah yang lebih umum, pemadaman Internet ini akan melemahkan inovasi dan merusak kepercayaan pengguna di masa depan pada mata uang digital.

Sudah banyak spekulasi yang muncul mengenai topik tersebut dan anggota komunitas pun mulai mencoba untuk membayangkan apa yang akan terjadi dengan Bitcoin jika konektivitas Internet dimatikan. Namun ajaibnya, transaksi menggunakan Bitcoin masih dapat dilakukan bahkan tanpa koneksi internet sekalipun. Beberapa perusahaan seperti 37Coins menyarankan kepada para pengguna Bitcoin untuk mengirim Bitcoin melalui SMS dari dompet bitcoin pihak ketiga. Dan ada juga sebuah proyek di Finlandia yang disebut dengan Kryptoradio yang meneliti sebuah kemungkinan penyiaran data dari Blockchain melalui DVB-T.

Sejauh ini, masyarakat Bitcoin telah terbukti sangat kreatif dan berpikiran terbuka. Hal ini membuat kita semua merasa aman dan terlindungi jika saja internet mati, kita bisa mulai mengirim dan menerima Bitcoin melalui frekuensi radio atau melalui kode Morse.

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Jika Jaringan Internet Diseluruh Dunia Mati, Apa Yang Akan Terjadi Pada Bitcoin

Jan 13, 2017Fajar Himawan

comments