Ancaman online menjadi keprihatinan yang besar bagi pengguna individu dan perusahaan di seluruh dunia. Pada semester pertama tahun 2016, banyak dari Badan Usaha yang telah kehilangan dana hingga US $ 209m karena serangan ini dalam enam bulan pertama di tahun 2016.

Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Trend Micro, mereka menggambarkan kekhawatiran pada sektor usaha. Meskipun banyak peringatan yang digunakan dari ancaman ransomware, jumlah serangan yang sukses masih terus meningkat.

Baca juga: Lisk Platform Aplikasi Blockchain Umumkan Peluncuran Lisk Nano

Semakin banyak bentuk dari ransomware yang telah ditemukan dalam dua kuartal pertama di tahun 2016 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk lebih persisnya, jumlah ancaman unik yang telah tumbuh hampir sebanyak 100% jika dibandingkan dengan semua ancaman yang muncul di tahun 2015.

Trend Micro CTO Raimund Genes mengatakan kepada media:

“Ransomware mampu melumpuhkan organisasi yang dihadapinya, dan penjahat cyber sebagai ujung tombak pada serangan ini yang secara kreatif berkembang terus menerus. Hal ini telah mendominasi landscape ancaman disepanjang tahun 2016, yang telah menyebabkan kerugian besar pada bisnis di berbagai industri.”

Total dari 79 jenis ransomware baru yang telah ditemukan dalam enam bulan pertama pada tahun 2016. Ini semua ancaman yang unik, meskipun beberapa dari mereka mungkin menggunakan basis kode yang sama. Pengembang malware tidak melarikan diri dari pengambilan basis kode orang lain dan menambah gaya mereka sendiri di atas code tersebut. Beberapa jenis ransomware yang baru bisa mengeksekusi serangan DDoS, menahan entire network hostage, atau secara acak menghapus file dari komputer di setiap jamnya sebelum pembayaran Bitcoin dilakukan.

Distribusi dari malware ini juga menunjukkan sebuah inovasi lho… Para penjahat telah beralih ke bidang exploit kits, kampanye spam, dan serangan rekayasa sosial untuk mengamankan bayaran mereka. Sebagian besar dari ancaman ini tidak terlalu merusak, untungnya.

Penyerangan terhadap perusahaan tampaknya menjadi sebuah pengecualian. Namun menurut laporan dari Trend Micro tercatat bahwa adanya peningkatan dalam jumlah serangan terhadap perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Jenis malware ini menggunakan beberapa vektor serangan untuk melampiaskan malapetaka pada sistem komputer.

Sumber: Trend Micro

Gambar: Ransomware

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Perusahaan Telah Mengalami Kerugian US $ 209m Karena Kasus Ransomware Pada Pertengahan 2016

Aug 24, 2016Fajar Himawan

Komentar

comments