Gubernur bank sentral mengatakan mereka ingin melihat lebih dekat ke dalam dampak mata uang digital pada kebijakan moneter sebelum mengadopsi sosok/sikap dari teknologi tersebut.

Pertanyaan itu muncul awal pekan ini saat pertemuan ke 30 gubernur bank sentral dari Commonwealth (negara – negara Commonwealth / Persemakmuran Eropa) – sebuah organisasi antar pemerintah yang terdiri dari 53 negara sebagai anggota. Diselenggarakan pada tanggal 6 Oktober dan diketuai oleh Gubernur Bank Central Bangladesh Aitur Rahman, acara tersebut difokuskan pada bitcoin dalam konteks pengiriman uang global.

Menteri dan pejabat lainnya juga hadir.

Topik berfokus pada mata uang digital dan pembayaran antar Negara yang bertujuan untuk mencari dampak negatif dari regulasi pengiriman uang, khususnya penutupan akun untuk usaha dibidang keuangan terkait bahwa bank menganggap terlalu berisiko untuk bekerja dengan bitcoin/mata uang digital.

Banyak startups yang bekerja di industri mata uang digital saat ini, bahkan di negara-negara dengan pemahaman yang lebih maju dibidang teknologi seperti Australia dan Amerika Serikat, yang bahkan terus berjuang untuk mendapatkan akses ke layanan perbankan.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk melihat “potensi mata uang virtual untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi transfer”.

Sementara potensi mata uang digital untuk mengatasi remittance pain points sangat diakui oleh mereka yang hadir, beberapa dari gubernur pada pertemuan tersebut mengangkat pertanyaan “tentang implikasi untuk kebijakan moneter dan stabilitas keuangan”, menurut Sekretariat negara Commonwealth/Persemakmuran.

Jwala Rambarran, gubernur bank sentral Trinidad dan Tobago dikutip oleh Sekretariat negara Commonwealth/Persemakmuran mengatakan:

“Sekretariat Commonwealth memiliki peran penting untuk bermain dalam berbagi pengetahuan dan mengembangkan penelitian tentang potensi dan implikasi dari teknologi baru ini. Jika kami memutuskan untuk mengatur mata uang virtual, kita tidak menyadari risiko ketidakstabilan keuangan yang ditimbulkan oleh mata uang ini. Ini adalah sebuah Area yang perlu kita tentukan dengan cermat.”

Dalam pertemuan tersebut, para wakil dari negara persemakmuran juga membahas praktik terbaik untuk menggambarkan teknologi ini.
“Ada minat yang signifikan ditunjukkan oleh banyak negara anggota Persemakmuran pada potensi cryptocurrencies untuk memiliki dampak positif pada pengurangan biaya dan inefisiensi (pemborosan; pemubaziran; ketidakefisienan) lainnya dalam layanan pengiriman uang tradisional.”

Original Post: Commonwealth Central Bankers Menghimpun Pertanyaan Tentang Kebijakan Bitcoin

Oct 11, 2015Fajar Himawan

Komentar

comments