Ripple menambahkan 10 bank baru dan penyedia jasa keuangan untuk membuat “jaringan blokchain”.

Didirikan pada tahun 2012, Ripple telah mengumpulkan dana hampir $ 100 juta untuk membuat produk teknologi distribusi dan produk pembayaran terdistribusinya, namun akhir-akhir ini mereka telah berusaha untuk memformalkan kemitraannya ini dengan beberapa perusahaan besar untuk memperkuat keberadaannya.

Baca juga: SEC Akan Mempertimbangkan Proposal ETF Dari Ethereum

Anggota barunya ini termasuk MUFG (Jepang), BBVA (Spanyol), SEB (Swedia), Akbank, Yes Bank (India), Axis Bank (India), SBI Remit (Jepang), Star One Credit Union (AS), EZ Forex (AS ) Dan Cambridge FX (Kanada).

Dalam sebuah wawancara, VP Produk of Ripple, Asheesh Birla menjelaskan bahwa perusahaannya ini mulai menentukan penawarannya dengan istilah yang lebih kolaboratif. Sementara itu produknya memungkinkan pembayaran lintas-batas yang lebih cepat, Ripple juga menciptakan seperangkat standar bagi bank untuk diikuti saat menggunakan teknologi yang mendasarinya ini, katanya.

“Anda memerlukan seluruh rule set, dan itulah mengapa kami menyebutnya jaringan blockchain dan ketika kita mengatakannya kepada para mitra yang bergabung, mereka juga benar-benar setuju dengan standar dan aturan yang menyertai teknologi ini.”

Bank dan perusahaan mitra yang baru ini merupakan perpaduan antara layanan inbound dan outbound. Seperti yang Birla jelaskan, bank-bank India Yes Bank dan Axis Bank menerima lebih banyak pembayaran lintas-batas daripada mengeluarkan payment out.

MUFG di Jepang, mengelola keduanya. “Mereka akan memproses pembayaran untuk banyak orang di Jepang yang ingin mengirim uang ke Negara lain seperti Turki dan India namun kemudian ada banyak permintaan untuk mengirimkan pembayaran juga ke Jepang,” katanya.

Pembayaran/transfer yang cepat merupakan salah satu keuntungan, namun beberapa anggota lain juga mendapatkan manfaat yang lainnya.

Evan Shelan, ketua EZ Forex mengatakan, “Manfaat [dari blockchain] adalah tentang menambahkan tingkat keamanan yang tinggi ke setiap pembayaran melalui buku besar distributif untuk lembaga keuangan kami.”

Tentu saja, jaringan global mungkin sangat cocok dan alami mengingat fokus Ripple baru-baru ini pada peluang DLT lintas batas. Menurut Birla, banyak bank yang merasa perlu dalam memproses lebih banyak pembayaran internasional jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan demikian, Birla membingkai DLT sebagai kemajuan yang dapat membantu institusi keuangan dengan masalah yang lebih luas. Misalnya, tanpa prosedur standar, dia berpendapat banyak hal akan berantakan saat melakukan pembayaran ke beberapa negara yang berbeda.

“Alasan kami memilih bekerja dengan bank adalah mereka itu ahli dalam peraturan daerah. Banyak dari mereka yang menarik dan memahami lingkungan peraturan dan kami membangun produk kami sedemikian rupa sehingga sesuai dengan skema peraturan yang berbeda di seluruh dunia.”

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Ripple Menambahkan 10 Perusahaan Finansial Baru Ke ‘Jaringan Blockchain’

Apr 27, 2017Fajar Himawan

Komentar

comments