24-36 jam terakhir ini jaringan ethereum mengalami backlog transaksi besar-besaran. Kemacetan yang terjadi ini disebabkan oleh ICO dari platform Status kemarin, meski belum jelas apakah faktor lain juga berperan dalam kasus ini. Hal tersebut berimbas pada dua bursa yang secara terpaksa mematikan dompet Ethereumnya. Hal ini merupakan masalah besar bagi Ethereum, karena hal ini menunjukkan ketidakmatangan teknologi yang mereka bawa.

Baca juga: Token Janus Memperlihatkan Pertumbuhan Fenomenalnya Yang Menarik Dividen Kepada Investor

Nonaktifnya wallet Ethereum di bura pertukaran yang secara mendadak ini memberikan dampak yang buruk serta kekhawatiran dikalangan pengguna ethereum. Kejadia tersebut berarti bahwa pengguna bursa pertukaran tidak dapat melakukan penyetoran atau menarik ETH sewaktu-waktu. Masalah ini mempengaruhi bursa pertukaran Bittrex dan Liqui, meskipun pertukaran lainnya seperti Poloniex baru mengalami kendala yang sama. Kemacetan pada jaringan ini merupakan sesuatu yang sering kita lihat di dunia Bitcoin. Bagi Ethereum, hal itu tidak pernah menjadi masalah besar. Dan lebihnya lagi, jaringan Ethereum juga belum pernah diberi tekanan yang sama dengan tekanan yang dialami Bitcoin selama ini.

Tadi malam, ada lebih dari 14.000 transaksi pada jaringan Ethereum yang mengalami kasus penundaan konfirmasi. Jumlah yang sangat mengkhawatirkan bagi Ethereum, wow. Pada saat penulisan, jumlah ini telah turun menjadi 7787 transaksi saja yang mengalami kasus unconfirmed. Masih cukup tinggi sih. Untuk jaringan yang menghasilkan blok jauh lebih cepat dibandingkan dengan Bitcoin, backlog semacam itu seharusnya tidak mungkin terjadi. Dan hal ini menunjukkan bahwa belum matangnya protokol Ethereum saat menghadapi masalah penskalaan/scalling. Kita hanya bisa berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan cepat.

Hal yang normal jika beberapa orang tidak senang dengan situasi ini. Kami pun sering melihat kemacetan pada jaringan Bitcoin. Sebenarnya, hal ini telah menjadi kejadian yang hampir biasa. Ethereum memiliki teknologi unggul untuk mengatasi permintaan tinggi. Sayangnya, teknologi tersebut masih belum memadai. Sungguh mengkhawatirkan, namun untungnya bursa pertukaran seperti Bittrex sudah bisa melanjutkan transaksi ETHnya, yah walaupun beberapa pengguna mungkin masih mengalami penundaan.

Jika kita cermati dengan seksama, jelas bahwa Ethereum juga sangat membutuhkan solusi penskalaan juga.

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Jaringan Ethereum Rontok Tak Berdaya Di Bawah Kesuksesannya Sendiri

Jun 21, 2017Fajar Himawan

Komentar

comments