Proof of Work dari blockchain bisa saja rentan terhadap “Balance Attack.” Sekelompok peneliti dari University of Sydney telah menerbitkan sebuah rincian Paper mengenai serangan dari jenis penyerangan yang baru.

Balance Attack biasanya menargetkan node dengan daya pertambangan yang seimbang. Dengan menunda jaringan komunikasi antara subkelompok node, serangan itu memaksa pembelanjaan ganda pada proof of work blockchain dari Ethereum dan Bitcoin. Kajian teoritis ini didasarkan pada konfigurasi dan statistik terkait lainnya yang mirip dengan infrastruktur blockchain yang dimanfaatkan oleh konsorsium R3.

Baca juga: Perhitungan Node Bitcoin Unlimited Sudah Menyentuh Angka Tertinggi

Para peneliti sudah mendukung temuan teoretis mereka dengan menjalankan sebuah aktual setup rantai privat Ethereum dengan parameter yang mirip dengan model teoritisnya. Menurut Paper tersebut, penyerang dapat memilih untuk mengkomunikasikan pesan yang berbeda ke dua sub kelompok node dengan daya pertambangan yang seimbang. Untuk melakukan itu, penyerang harus mengeluarkan dan menyiarankan transaksi ke salah satu subkelompok yang sudah diberi label sebagai “subkelompok transaksi”. Secara bersamaan, ia akan melakukan pertambangan pada subkelompok lain yang disebut “blok subkelompok”. Melanjutkan siaran secara selektif selama periode waktu yang akan menyebabkan blok subkelompok itu untuk membuat rangkaian yang diciptakan oleh subkelompok transaksi.

Selama proses tersebut berjalan, penyerang dapat memanfaatkan protokol GHOST untuk mengisolasi cabang blockchain dari sisa node. Cabang yang terisolasi akan muncul kemudian node akan saling bersaing dengan yang lain untuk mempengaruhi proses seleksi cabang. Dengan mempengaruhi pemilihan cabang, Balance Attack akan mengganggu pertahanan dari blockchain utama, menulis ulang transaksi sebelumnya yang pada gilirannya akan membuka jaringan untuk memulai serangan pembelanjaan ganda. Dalam rangka untuk menjalankan Balance Attack agar sukses, penyerang akan membutuhkan setidaknya 20 menit dan memiliki kontrol minimal 5 persen dari daya hashing jaringan yang ada.

Teori Balance Attack ini memperlihatkan kerentanan protokol Ethereum dan blockchain privat pada khususnya. Namun, metode yang sama juga berpotensi dapat mengganggu blockchain Bitcoin, jika penyerang memiliki daya hashing yang cukup.

Baca versi lengkap dari Paper Penelitian disini.

Sumber Referensi: Balance Attack Paper & DeepDotWeb

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

PoW Blockchain Rentan Terhadap Serangan

Jan 30, 2017Fajar Himawan

Komentar

comments