Platform komputasi Microsoft Cloud Azure dibuat untuk mengintegrasikan beberapa layanan industri baru ketika secara resmi diluncurkan di pasaran blockchain pada tahun depan.

Eris Industries, Factom dan CoinPrism telah bekerjasama dengan Microsoft, menurut sebuah postingan blog pada tanggal 15 Desember. Platform ini sebelumnya telah mengumumkan dukungannya untuk Ethereum dan telah melihat penggabungan protokol Interledger Ripple.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya permintaan dari lembaga keuangan untuk produk dan layanan yang memungkinkan mereka agar dapat mengeksplorasi peningkatan sejumlah fasilitas dan jasa blockchain.

Akibatnya, industri jasa termasuk mereka sebagai validasi bahwa mereka telah muncul sebagai pemimpin.

*Validasi adalah suatu tindakan yang membuktikan bahwa suatu proses/metode dapat memberikan hasil yang konsisten sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan terdokumentasi dengan baik.

Dilansir dari Coindesk Chief operating officer Eris Preston Byrne mengatakan:

“Kami senang bisa bergabung di platform Azure Baas, dan senang melihat kami berada di perusahaan yang baik dengan proyek-proyek seperti OpenChain dan lain-lain. 2016 akan menjadi tahun yang besar.”

Presiden Factom dan CEO Peter Kirby mengatakan bahwa Microsoft “secara agresif mengeksplorasi blockchain sebagai sebuah layanan (Baas) alat yang sesuai dengan ekosistem produknya“.

“Factom sangat senang ketika Microsoft mendatangi kami untuk berpartisipasi dalam Integrasi Platform Azure. Pada Q1 2016 orang dapat menginstal Factom sebagai bagian dari fasilitas cloud mereka,“ katanya.

Dilansir dari Coindesk CoinPrism pendiri dan CEO Flavien Charlon mengatakan:

“Menggabungkan Azure dan Openchain berarti setiap orang dapat menggunakan rantai mereka sendiri pada infrastruktur tombol klik Microsoft.“

Microsoft Menambahkan Layanan Baru Blockchain Pada Software Sandbox

Dec 17, 2015Fajar Himawan

Komentar

comments