Dr Alessandro Arduino adalah co-direktur program Keamanan & Crisis Management di Shanghai Academy of Social Science (SASS) dan peneliti senior China S Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University , Singapura.

Pada artikel ini, Arduino membahas peran China di pasar mata uang digital global dan bagaimana cara investor domestik dan regulator dapat mempengaruhi perkembangannya.

Pada tahun 2016 kenaikan harga bitcoin dimulai di Cina dengan adanya dua crash yang terjadi di pasar secara berurutan yang memaksa regulator untuk campur tangan di bursa saham Shanghai dan Shenzhen.

Baca juga: Jaringan Periklanan Top Blockchain BitTeaser Berbagi Pendapatan Dengan Pemegang Saham BTSR – OBITS, OpenLedger dan CCEDK Initiative

Seperti yang mereka lakukan dalam menanggapi gelembung saham yang meledak pada tahun 2015, regulator Cina harus campur tangan untuk mengatur pemulihan perencanaan pusat. Meskipun stimulus sebanyak US $ 20 milyar dari Bank Rakyat China (PBoC) dimasukkan ke pasar selama 5 hari benturan pasar yang terjadi pada bulan Januari, yuan masih terus melemah.

Emas, sebagai komoditas yang biasanya dipakai untuk alat perlindungan bagi investor selama waktu tidak pasti, mulai mendapatkan momentum.

Pada saat yang sama, mata uang virtual yang menerapkan kriptografi dan teknologi blockchain, seperti bitcoin, telah mengalami peningkatan harga atau nilai berkat investasi Cina.

Cryptocurrencies Dan Kontrol Modal

Cryptocurrencies akan turut meningkatkan kelemahan dan ketidakpastian dalam perekonomian China selama 2016.

Kekhawatiran tentang masalah keamanan China menimbulkan ancaman yang berpengaruh secara luas. Yang langsung berhubungan dengan peningkatan capital flight yang mengandalkan bitcoin sebagai alat untuk menghindari kontrol modal Cina yang ketat.

Kekhawatiran lain adalah melalui kemungkinan jatuhnya skema Ponzi virtual, berdasarkan janji keuntungan yang mudah diperoleh dengan mata uang virtual, yang semakin menarik bagi masyarakat Cina.

Runtuhnya salah satu skema piramida virtual, yang mengambil keuntungan dari wilayah grey area dalam peraturan keuangan Cina, bisa memulai efek domino yang dalam beberapa jam akan mempengaruhi tabungan seumur hidup investor China un-savvy.

Runtuhnya skema penipuan, atau bahkan ledakan dana terkait dengan Bitcoin, bisa memicu kerusuhan sosial yang parah, lebih besar dari benturan pasar saham yang pernah terjadi di bulan Oktober 2007.

Dalam jangka panjangnya, beberapa ancaman lain yang berkaitan dengan penggunaan bitcoin diperkirakan akan mempengaruhi keamanan China. Ancaman ini meliputi kurangnya akuntabilitas dalam berkembangnya bayangan ekonomi di China, serta menyediakan alat tambahan untuk pendanaan terorisme dan kegiatan ilegal seperti lingkaran penculikan.

Baru saja di bulan-bulan terakhir pada tahun 2015, kasus penculikan yang melibatkan tycoon Wong Kwan di Hong Kong yang melibatkan bitcoin sebagai dana tebusan.

Sejalan dengan devaluasi yuan, bursa bitcoin online Cina (seperti OKCoin, Huobi dan BTCC) mengalami peningkatan perbedaan nilai tukar USD/BTC.

Jika yuan melemah, hal tersebut akan menarik peningkatan jumlah pemegang aset dalam bentuk mata uang bitcoin di Cina.

Yuan Dan Jaringan Cryptocurrency

Untuk meredakan kekhawatiran dari sejumlah negara Barat, Cina perlu mengambil langkah-langkah tambahan untuk mengatasi penggunaan mata uang digital yang tidak diregulasi, khususnya pencucian uang dan pendanaan teroris.

Anonimitas yang menjadi ciri khas cryptocurrencies rentan terhadap penyalahgunaan dan harus diperhitungkan kembali dalam membentuk peraturan dan kebijakan baru.

Namun, bitcoin jangan dicap sebagai “mata uang teroris” karena bitcoin hanya merupakan media untuk mentransfer nilai. Dalam hal ini, panggilan untuk mengkriminalisasi bitcoin tidak didukung dan bisa saja sama seperti dollar AS karena diminta untuk berhenti menggunakan dolar AS karena merupakan mata uang pilihan dalam penggunaan sebagai transaksi jaringan narkoba secara global dan transaksi senjata.

Mengingat peran yuan terhadap bitcoin, Kebijakan peraturan Cina di masa depan akan memiliki pengaruh besar pada nilai global bitcoin.

Sementara PBoC saat ini difokuskan pada volatilitas yuan, menghambat arus keluar modal tambahan dan membatasi tekanan depresiasi mata uang, ada kebutuhan yang mendesak untuk pendekatan jangka panjang di Cina dalam menangani cryptocurrencies, terutama penggunaannya untuk tujuan terlarang.

Akibat ukuran perekonomiannya, China kini memiliki dampak penting pada sistem keuangan global. Pada saat yang sama, pengaruh Cina melalui nilai dan penggunaan bitcoin sedang berkembang pesat.

Oleh karena itu China juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan solusi praktis yang akan memudahkan dan bahkan mungkin mengatur penggunaan yang sah dari cryptocurrencies.

Karya ini aslinya diterbitkan dari RSIS Commentary, sebuah platform yang menyajikan komentar relevan dengan kebijakan dikuratori oleh S. Rajaratnam School of International Studies, dan telah diterbitkan dengan izin penulis.

Gambar

Penting: Pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah dari penulis dan tidak mewakili suatu pandangan, dan tidak boleh dikaitkan dengan, BitcoinNewsIndo.

Apakah Bitcoin Mengancam Keamanan Ekonomi China?

Feb 27, 2016Fajar Himawan

Komentar

comments