Bank Rakyat China telah melakukan penyelidikan pada bursa pertukaran Bitcoin termasuk BTCC, Huobi dan Okcoin.

Di kutip dari China News Service dari sebuah laporan Beijing Youth Daily yang mengatakan bahwa Head Office Shanghai dari Bank Rakyat China telah menemukan keterlibatan BTCC dalam operasi ilegal dan pendanaan. Surat kabar itu juga melaporkan bahwa dana dan modal pada platform yang tidak dijamin oleh ketentuan cadangan pihak ketiga.

Baca juga: Nigeria Memperingatkan Bank Dari Bitcoin, Ripple, Monero, litecoin, dogecoin & Onecoin

Tidak hanya BTCC yang mendapat sorotan dari penyelidikan PBOC, Huobi dan OKCoin pun tidak luput sebagai subjek penyelidikan PBOC yang juga terbukti melaksanakan pembiayaan secara ilegal.

Kegiatan keuangan seperti ini akan berakhir pada bursa China setelah aksi PBOC. Reuters mengatakan bahwa OKCoin dan Huobi telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah berhenti menawarkan pinjaman margin.

Sejauh ini belum ada kejelasan apapun jika margin trading memang ilegal di Cina. Sementara Bobby Lee dari BTCC menyatakan pendapatnya kepada Reuters, “Tidak ada yang mengatakan bahwa margin trading pada Bitcoin adalah ilegal.” Regulator perbankan China menolak untuk memberikan komentar pada masalah ini.

“Sebuah penyelidikan PBOC menemukan bahwa tiga dari bursa Bitcoin terbesar China secara ilegal melakukan margin trading dan aktivitas seperti memicu volatilitas pasar secara abnormal.”

Menurut Economic Information Daily di Cina, mereka menuliskan bahwa Bank Sentral China telah menemukan “risiko tersembunyi” pada BTCC.

Biaya Perdagangan Akan Diperbaharui Kembali

Kontroversi mengenai volume perdagangan di Cina yang sudah lama muncul ini dikarenakan tidak adanya biaya/tarif perdagangan pada bursa pertukaran di Cina.

Mulai sekarang bursa pertukaran di Cina akan memperkenalkan biaya/tarif baru untuk menutup hilangnya pendapatan.

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Penyelidik PBOC Menguak Kegiatan Ilegal Di Bursa Bitcoin Cina, Yang Berdampak Pada Harga Bitcoin

Jan 20, 2017Fajar Himawan

Komentar

comments