Layanan pembayaran Visa telah menyatakan bahwa mereka sedang mencari seorang insinyur perangkat lunak untuk membantu membuat “keamanan, berskala jaringan blockchain”.

Berita ini dinyatakan dalam sebuah iklan lowongan pekerjaan oleh Lembaga Penelitian Visa – lembaga penelitian yang dibuat oleh perusahaan untuk memperluas kemampuan/kapabilitas teknologi.

Baca juga: Software Mesin Penjual Otomatis Dash Open Source IX

Kewenangan lembaga penelitian visa adalah untuk terlibat dengan teknologi dan tim produk perusahaan, serta bisnis dan mitra lainnya, untuk melakukan penyelidikan dan mengembangkan teknologi yang “penting bagi industri pembayaran di masa depan”, jelas perusahaan tersebut.

Sebagai bagian dari usaha Perusahaan untuk membangun tiga bagian penelitian yang meliputi analisis data, keamanan dan ‘masa depan pembayaran’, iklan tersebut mencari sebuah senior insinyur perangkat lunak yang handal serta para staf untuk dimasukkan ke dalam tim pembayaran.

Dengan ruang lingkup luas yang mencakup blockchain, kode QR, mata uang digital dan teknologi pembayaran lain yang muncul, tim peneliti dikabarkan akan bekerja untuk mengembangkan proof-of-concept pada jaringan blockchain nya.

Visa juga mengisyaratkan peran tersebut sebagai suatu kesempatan bagi karyawan baru untuk membuat “kontribusi kunci” dalam upaya inovasi di industri pembayaran.

Tanggung jawab tim di mulai dari merancang dan mengembangkan jaringan blockchain, menerapkan algoritma pembelajaran mesin dan aplikasi dan mengembangkan prototipe proof-of-concept dengan “iterasi yang cepat dan eksperimental”.

Di antara sederet keterampilan yang harus di miliki calon pekerja, mereka harus mempunyai pengalaman pemrograman, kriptografi dan “kompetensi dalam struktur data, algoritma dan desain perangkat lunak yang dioptimalkan untuk membangun distribusi dan sistem paralel”. Pengalaman di bidang platform blockchain secara komersial seperti Chain “mungkin akan menjadi nilai plus”, Terang perusahaan Visa tersebut.

Berita ini muncul dikarenakan keikutsertaan Visa pada teknologi blockchain dalam pendanaan Chains sebanyak $ 30m di putaran September lalu. Pada bulan Oktober 2015, perusahaan tersebut meluncurkan konsep proof-of-concept terbaru yang menggunakan blockchain bitcoin untuk pembukuan.

proyek tersebut, dijelaskan dalam postingan blog, yang berfokus pada digitalisasi proses penyewaan mobil, dengan transaksi bitcoin yang digunakan untuk membuat ‘digital fingerprint’ untuk setiap kendaraan, dan transaksi baru yang diterbitkan selama proses leasing.

Visa Berusaha Mengembangkan ‘Sistem Keamanan Yang Scalable’ Pada Proyek Blockchain

Mar 3, 2016Fajar Himawan

Komentar

comments