Baidu memberi label Klien Bitcoin Core 0.13.2 Sebagai WisdomEyes Trojan

Para pecinta Cryptocurrency yang ingin mengunduh klien Bitcoin core mungkin akan menerima sebuah pesan aneh. Pesan tersebut berisi peringatan Trojan, yang memberitahukan bahwa file downloadan tersebut berpotensi bahaya. Namun, hal itu tampaknya bukan merupakan kasus yang serius, dan ternyata peringatan ini diindikasikan sebagai peringatan palsu. Meskipun itu palsu, para pengguna masih disarankan untuk secara manual memverifikasi checksum file SHA256.

Baca juga: Penyelidik PBOC Menguak Kegiatan Ilegal Di Bursa Bitcoin Cina, Yang Berdampak Pada Harga Bitcoin

Menurut sumber Reddit, alasan di balik pernyataan palsu tersebut tidaklah sulit untuk ditemukan. Diduga, beberapa anggota /r/BTC telah membuat laporan virus palsu yang di download dari klien Bitcoin Core. Masalah ini telah berlangsung selama beberapa waktu, seperti versi klien sebelumnya yang juga ditandai dengan peringatan riskware.

Tenang Saja Bitcoin Core Sangat Aman Untuk Di Download…

Belum jelas mengapa anggota /r/BTC ini sengaja mencoba untuk membuat klien Bitcoin core terlihat berbahaya. Hal ini tampaknya menjadi sebuah upaya untuk mendorong pembatasan adopsi/penggunaan Bitcoin. Sangat disayangkan peristiwa seperti ini terjadi, karena hal ini akan membawa perhatian negatif bagi industri Bitcoin.

Jika seseorang men-download klien Bitcoin core dari situs web, akan ada sebuah tampilan checksum SHA256. Pengguna dapat secara manual memverifikasi checksum ini untuk menentukan apakah file tersebut adalah asli. Sayangnya, sebagian besar dari para pengguna tidak mengambil langkah tersebut. Mereka hanya akan melihat apakah ada peringatan virus yang muncul dan memutuskan untuk tidak men-download klien tersebut. Dalam jangka panjang jika hal ini masih berlangsung, hal ini bisa memiliki konsekuensi bencana besar bagi Bitcoin secara keseluruhan.

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Unduhan Bitcoin Core 0.13.2 Yang Memicu Peringatan Virus Itu Ternyata Palsu

Jan 22, 2017Fajar Himawan

Komentar

comments