Bursa pertukaran mata uang digital Shapeshift telah kehilangan uangnya sebanyak $ 230.000 dalam kasus tiga kali pencurian yang terpisah selama satu bulan, menurut sebuah laporan insiden pencurian yang disiapkan oleh layanan tersebut.

Laporan itu muncul setelah beberapa hari layanan Shapeshift offline menyusul insiden keamanan yang terganggu-undetailed yang mengakibatkan hilangnya sejumlah dana yang disimpan di dompet bursa tersebut.

Baca juga: Mengapa Banyak Kontrak Cerdas Yang Tidak Cocok Jika Diterapkan Pada Beberapa Kasus?

Shapeshift mengatakan bahwa mereka meyakini bahwa kasus pencurian tersebut dilakukan oleh orang dalam.

Menurut laporan, bahwa salah satu karyawannya telah mencuri sejumlah dana senilai $ 130.000 dari Shapeshift pada pertengahan Maret lalu. Karyawan tersebut yang belum diidentifikasi, kemudian menjual informasi sistem keamanan yang sensitif kepada hacker setelah dipecat dari bursa pertukaran Shapeshift. Dan sisanya senilai $ 100.000 dalam bentuk mata uang bitcoin, eter dan litecoin juga dicuri pada tanggal 7 dan 9 April lalu.

Laporan itu selanjutnya menyoroti langkah yang diambil oleh hacker untuk menggelapkan jejaknya. Terdapat juga rincian percakapan antara hacker dan CEO Erik Voorhees, di mana hacker tersebut mengklaim bahwa salah satu karyawannya telah menjual data keamanan penting.

Sejak kejadian tersebut Shapeshift terus bergerak untuk membangun kembali layanannya, dan mengumumkan bahwa layanan mereka akan dibuka kembali pada tanggal 20 April atau Rabu ini. Bursa pertukaran tersebut mengatakan telah menerapkan protokol keamanan yang baru, yang dikembangkan dengan kerjasama bersama konsultan yang berbasis di Toronto Ledger Labs.

Rincian Kasus Pencurian Yang Dilakukan Oleh Orang Dalam

Menurut laporan, insiden yang pertama terjadi pada tanggal 14 Maret, perusahaan itu mengatakan, kejadian tersebut telah mengakibatkan hilangnya 315 BTC. Ia segera menetapkan seorang pelaku bahwa karyawan ShapeShift yang berada di balik insiden itu.

Menurut laporan ShapeShift, pencurian masih terus berlanjut. Pada tanggal 7 April, 97 BTC, 3600 ETH dan 1.900 LTC telah dicuri. Dalam waktu dua hari pencurian itu, situs bursa pertukaran tersebut offline dan berusaha untuk meningkatkan keamanan, Kemudian 57 BTC dan 2.200 ETH juga diambil pada tanggal 9 April.

Di tengah proses penyelidikan yang dilakukan oleh Michael Perklin dari Ledger Labs, hacker tersebut menghubungi bursa pertukaran dan mengaku ia telah membeli informasi, termasuk alamat IP dari kantor ShapeShift dan rincian akses tampilan admin dari bursa pertukaran tersebut dari seorang mantan karyawan ShapeShift.

Langkah selanjutnya

Bursa pertukaran itu mengatakan telah meningkatkan prosedur keamanannya. Shapeshift juga telah memindah serta menyusun dan menerapkan kebijakan keamanan formal.

Langkah hukum dalam bentuk gugatan perdata juga telah dilakukan kepada mantan karyawan tersebut, meskipun Shapeshift menolak untuk mengomentari gugatan mana yang telah diajukan, dengan alasan privasi.

Bursa pertukaran tersebut mengatakan bahwa mereka merasa yakin dapat memulihkan/mengembalikan sejumlah dana yang telah hilang.

Laporan kasus secara lengkap dapat dilihat di bawah ini.

ShapeShift Postmortem

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Gambar: Shutterstock

Shapeshift Kehilangan $ 230K Karena Kasus Pencurian

Apr 19, 2016Fajar Himawan

Komentar

comments