Kartu kredit ternyata merupakan salah satu mode pembayaran yang paling banyak digunakan. Orang menggunakannya untuk membayar kebutuhan apapun, mulai dari belanjaan, menginap di hotel dan artikel yang bernilai tinggi, baik online maupun offline. Namun, fitur keamanan yang telah usang pada kartu ini menjadi sebuah ancaman cyber yang akhir-akhir ini kian meningkat dan membuat kriptocurrencies terlihat menjadi salah satu pilihan pembayaran yang paling aman dan menarik.

Serangan cyber baru-baru ini yang melibatkan sebuah malware yang mempengaruhi lebih dari 1200 hotel milik InterContinental Hotels Group, mengorbankan informasi kartu kredit dari ribuan tamunya. Serangan malware ini terus berkelanjutan dan tidak diperhatikan selama lebih dari 3 bulan, yang mempengaruhi beberapa jaringan hotel milik InterContinental termasuk Holiday Inn, Crown Plaza, Hotel Indigo, Candlewood Suites, Staybridge Suites dan masih banyak lagi.

Informasi yang dicuri ini mencakup data yang tersimpan pada garis magnetik kartu, nama pada kartu kredit, tanggal kedaluwarsa serta kode verifikasi internasional. Pernyataan baru-baru ini oleh InterContinental mengenai pelanggaran data berbunyi,

“Dari hasil penyelidikan ini telah diidentifikasi tanda-tanda operasi malware yang dirancang untuk mengakses data kartu pembayaran dari kartu yang digunakan di tempat di lokasi waralaba merek IHG tertentu antara 29 September 2016 dan 29 Desember 2016,”

Banyak orang yang menggesek kartu mereka di hotel yang terkena dampak pelanggaran tersebut dan menemukan kejanggalan pada akun mereka, dan menimbulkan kecurigaan tentang pelanggaran data. Ini bukan pertama kalinya rantai hotel telah ditargetkan oleh penjahat dunia maya. Beberapa target lainnya di masa lalu termasuk Hotel Kimpton, Hotel Trump, Hilton, Mandarin Oriental, White Lodging, Starwood Hotels and Hyatt juga pernah mengalami hal serupa.

Tidak mengherankan jika semua data kartu kredit curian dari hasil hack/peretasan InterContinental di pasar gelap ini terjadi hampir setiap harinya. Pada saat ini belum jelas berapa banyak orang yang terkena dampak pelanggaran tersebut, namun hal ini semakin menguatkan kasus penggunaan sistem Bitcoin yang jauh lebih baik dan aman, seperti pembayaran berbasis Blockchain atau bahkan Bitcoin dan kripto yang lainnya.

Referensi: IHG | CNet

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Pelanggaran InterContinental Data Memperkuat Keuntungan Bitcoin Jika Dibandingkan Dengan Kartu

Apr 23, 2017Fajar Himawan

Komentar

comments