Sebuah kelompok yang berisi hampir 20 bursa pertukaran telah merilis rencana darurat mengenai jaringan bitcoin yang akan terbagi menjadi dua, menciptakan dua mata uang yang akan saling bersaing.

Bursa tersebut sekarang telah berencana untuk mencantumkan Bitcoin Unlimited (BU) ke dalam list mereka karena BU merupakan sebuah cryptocurrency alternatif. BU merupakan implementasi alternatif dari perangkat lunak bitcoin yang berusaha untuk memperluas ukuran blok dalam upaya untuk mengatasi masalah kapasitas jaringan.

Baca juga: Perdagangan Bitcoin Dan Altcoin Menggila, Beberapa Bursa Pertukaran Mengalami Masalah Konektivitas

Menurut Pernyataan tersebut – Bursa perdagangan Bitfinex, Bitstamp, BTCC, Bitso, Bitsquare, Bitonic, Bitbank, Coinfloor, Coincheck, itBit, QuadrigaCX, Bitt, Bittrex, Kraken, Ripio, Shapeshift, The Rock dan Zaif – bursa pertukaran tersebut akan mencantumkan aset BU di bawah ticker BTU atau XBU saat split jaringan.

Bursa pertukaran lainnya, meskipun belum terdaftar sebagai penandatangan, dikabarkan bahwa mereka juga berencana membuat langkah yang serupa namun masih belum menyetujui atau menandatangani sebuah pernyataan tertentu.

Munculnya strategi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di antara mereka yang mendukung arah penyelesaian skala jaringan pada kubu yang berbeda, dan ketegangan tersebut mengisyaratkan akan adanya prospek perpecahan jaringan yang serius. Hal ini juga mengikuti pernyataan dari beberapa sektor bursa pertukaran bahwa persiapan untuk apapun hasilnya dari hard fork nanti sedang dilakukan.

Para bursa pertukaran telah memposisikan pilihan kebijakan yang praktis ketimbang masalah politik. Kelompok ini, secara strategi menyediakan sarana untuk mengatur transisi pasar yang stabil, di mana dua mata uang yang akan muncul dalam sejarah transaksi di saham yang sama – dan di mana pemegang Bitcoin tiba-tiba bisa memiliki dua kali jumlah koin yang mereka miliki sebelumnya.

Bursa Pertukaran mengatakan:

“Sebagai pertukaran, kita memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan pasar yang teratur bahwa perdagangan akan terus berjalan 24/7/365. Ini adalah tugas kita untuk mendukung secara koheren, pendekatan yang tertib dan industri secara luas dapat mempersiapkan dan merespon perdebatan hard fork. Dalam kasus hard fork bitcoin ini, kita tidak dapat menghentikan operasi dan menunggu pemenangnya. “

Meminta Perlindungan Ulangan

Pernyataan itu juga mengungkapkan bahwa penandatangan ini belumlah siap untuk segera mulai memasukkan BU sebagai aset yang akan diperdagangkan, harus dibuat terlebih dahulu.

Resiko utama dalam penandatangan yaitu risiko replay transaksi, atau contoh di mana transaksi yang disiarkan salah di satu blockchain yang mungkin malah akan masuk pada kedua jaringan secara tidak sengaja. Situasi ini juga dialami oleh jaringan ethereum yang terpecah pada tahun lalu.

“Namun, tak satu pun dari yang bertandatangan di bawah dapat membuat daftar BTU kecuali kita bisa menjalankan kedua [blockchains] secara independen tanpa insiden. Oleh karena itu, kita menuntut komunitas Bitcoin Unlimited (atau melanggar pelaksanaan konsensus lainnya) untuk membangun proteksi pengulangan,” kata kelompok bursa pertukaran tersebut. “Kegagalan untuk melakukannya akan menghambat kemampuan kita untuk melestarikan BTU bagi para pelanggan dan baik secara tertunda atau langsung yang menghalangi listing BTU.”

Pernyataan lengkapnya bisa dilihat di bawah ini:

Pernyataan Hardfork 3.17 11:00am oleh Pete Rizzo di Scribd

[https://id.scribd.com/document/342194766/Hardfork-Statement-3-17-11-00am]

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Bursa Pertukaran Bitcoin Mengungkap Rencana Darurat Hard Fork

Mar 17, 2017Fajar Himawan

Komentar

comments