Sebagian besar startup bitcoin yang berbasis di negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Inggris, telah ada pertumbuhan yang stabil di negara-negara berkembang juga. Secara khusus, Indonesia juga telah memperlihatkan tanda-tanda akan bitcoin yang mendapatkan traksi di sektor pembayaran dan pengiriman uang.

Sebuah laporan yang dirilis di Wall Street Journal mengungkapkan bahwa mayoritas penduduk indonesia mulai menggunakan bitcoin secara online dan mulai paham dengan biaya transaksi yang rendah bitcoin dan kecepatannya. Bursa pertukaran Bitcoin juga telah muncul, yang memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga di kriptokurensi tersebut.

“Kebanyakan orang Indonesia saat ini menggunakan bitcoin untuk membayar layanan online, seperti web hosting. Mereka juga dapat menggunakan mata uang digital untuk memesan kamar hotel melalui situs travel host di luar negeri daripada menggunakan kartu kredit,” disebutkan pada artikel WSJ.

Namun, artikel ini juga memberitahukan bahwa Bank Indonesia saat ini tidak mengakui bitcoin sebagai legal tender, dan terus memperingatkan masyarakat tentang risiko yang terkait dengan bertransaksi menggunakan kriptokurensi. Meskipun demikian, tiga startup bitcoin besar (Bitcoin.co.id, Blossom, dan Quoine) telah mampu mendirikan perusahaannya di negara Indonesia untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan popularitas mata uang digital.

Bitcoin Indonesia, yang merupakan salah satu bursa pertukaran yang beroperasi di negara Indonesia, melaporkan pertumbuhan yang basis kliennya. Perusahaan ini telah menunjukkan volume perdagangan 200 Bitcoin perhari, dan melayani sekitar 56.000 pelanggan atau usernya. “Banyak orang berpikir bahwa Bitcoin itu sulit ditemukan di Indonesia, tetapi kenyataannya popularitasnya melonjak drastis sekarang,” kata CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan.

Beberapa startup bitcoin dari luar negeri juga telah merelokasikan kantor mereka di Indonesia untuk mengisi celah dengan sistem pembayaran rendah biaya di Indonesia. Pembayaran Bitcoin juga telah terbukti bermanfaat bagi industri pariwisata yang kuat di negara itu, seperti pantai di Indonesia yang sering dikunjungi oleh orang asing dan bertransaksi menggunakan kriptokurensi.

May 28, 2015Fajar Himawan

Komentar

comments