Penyerangan DDoS yang baru-baru ini terjadi terhadap beberapa situs besar di internet telah memperbaharui beberapa kepentingan di desentralisasi internet. Meskipun ada beberapa inisiatif tentang teknologi blockchain dan jaringan desentralisasi dalam pengembangannya, serangan DDoS diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan ini.

CTO dari Golem, Piotr Janiuk baru-baru ini menjelaskan bahwa dengan desentralisasi internet yang menggunakan teknologi peer to peer berkemungkinan bahwa serangan DDoS tersebut dapat diminimalisirkan. Ia percaya bahwa serangan itu adalah hasil dari penyerang atau sekelompok penyerang yang mengeksploitasi satu atau lebih titik tunggal kegagalan pada internet.

Salah satu proyek desentralisasi internet seperti ini dikenal sebagai Secure Access for Everyone yang disingkat SAFE. Jaringan SAFE dinyalakan menggunakan ruang hard drive yang tidak terpakai, listrik dan sambungan data pemrosesan penggunanya. Menggunakan kripto token MaidSafe sebagai alat tukar pada jaringan tersebut. Dengan mendistribusikan data dan pengolahan daya di seluruh jaringan, Platform desentralisasi internet akan menjamin keamanan yang jauh lebih tinggi dan privasi para penggunanya.

Serangan DDoS melibatkan penyentuhan server dengan ton-ton permintaan dengan niat overloading dan mematikannya. Dengan demikian, penyerang yang efektif membawa aplikasi yang berjalan pada server. Namun, dalam kasus MaidSafe, fitur oportunistik Caching menciptakan salinan data yang diminta. Hal ini, pada gilirannya, mempercepat feed website dan data lainnya karena jumlah permintaan meningkat. Fitur tersebut dapat membuat serangan DDoS yang konvensional tidak efektif terhadap protokol desentralisasi internet.

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Sumber: Hacked dan MaidSafe

Desentralisasi Internet Bisa Menjawab Masalah DDoS

Oct 24, 2016Fajar Himawan

Komentar

comments