Apakah yang menjadi keunggulan blockchain? Apakah teknologi buku besar distribusi ini benar-benar memiliki potensi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh perbankan dan sektor keuangan?  Pertanyaan-pertanyaan ini yang timbul sebagai topik yang dibahas dalam KTT Revolusi Perbankan 2016 pada bulan lalu, yang diselenggarakan di Madrid, Spanyol pada 10 Mei 2016.

Revolusi Perbankan 2016 merupakan sebuah acara yang berfokus pada teknologi baru, inovasi, dan kolaborasi di dalam industri perbankan. Mata uang digital dan teknologi blockchain merupakan dua hal yang tidak bisa diabaikan ketika muncul ke dunia perbankan dan fintech.

Baca juga: Pengurangan Blok Reward Bitcoin Akan Membawa Krisis atau Konsistensi?

Revolusi Perbankan 2016 Menyambut Baik Teknologi Blockchain Yang Dimulai Dari Spanyol

Menurut sebuah sumber laporan terpercaya, para ahli yang menghadiri KTT tersebut tampaknya telah setuju pada kasus penggunaan potensi teknologi blockchain, yang melampaui sektor perbankan dan fintech. Teknologi ini diharapkan dapat membuat beberapa perubahan besar dalam banyak sektor di berbagai industri seperti – energi, media, telekomunikasi, administrasi publik, logistik, transportasi dan industri lainnya.

Masuknya teknologi blockchain ke dalam kegiatan operasional yang penting akan memungkinkan perusahaan dalam menyimpan dan memverifikasi catatan karyawan mereka, menjaga dan melacak pengeluaran dan lebih banyak lagi. Bahkan jika perusahaan ingin berbagi beberapa catatan/detail data dengan lembaga-lembaga eksternal, perusahaan dapat memutuskan apa yang ingin dilakukan, memastikan privaci dari karyawan mereka dan informasi perusahaan.

Selain penggunaannya sebagai validator berbagai bukti, penggunaan teknologi blockchain ini juga akan memungkinkan bank dan lembaga keuangan untuk membuat protokol keamanan untuk mentransfer data serta dana. Diskusi di dalam acara tersebut juga membahas perkembangan terbaru di sektor perbankan. Penggunaan protokol Ripple dan Ethereum yang berdasarkan pada pengembangan jaringan transaksi berdasarkan blockchain dan aplikasi kontrak cerdas untuk mengotomatisasi berbagai operasi juga dibahas dengan sangat antusias oleh beberapa peserta.

Sebagai solusi perbankan konvensional terbukti dapat diandalkan, terutama setelah laporan terbaru tentang status keamanan cyber dari Federal Bank Amerika Serikat, yang terjadi karena kehilangan sejumlah besar uang milik Bank Sentral Bangladesh. Jaringan perbankan global, SWIFT juga melaporkan bahwa jaringan internasional dijadwalkan akan ditingkatkan setelah beberapa bank mengangkat isu tentang fitur keamanan. Ini merupakan sistem lama secara bertahap menjadi tidak dapat diandalkan jika dipergunakan setiap hari, dan teknologi blockchain dapat menawarkan pengganti yang sempurna.

Peserta Revolusi Perbankan 2016 telah menunjukkan tujuan besarnya bagi kita untuk berspekulasi tentang masa depan teknologi blockchain di sektor perbankan. Kita bisa berharap lebih banyak kepada bank untuk merangkul teknologi ini dengan segera.

Ikuti Twitter Bitcoinnewsindo untuk update berita bitcoin, blockchains dan cryptocurency lainnya.

Sumber: BBVA

Sebuah Pertemuan Untuk Proses Revolusi Perbankan Di Tahun 2016

Jun 8, 2016Fajar Himawan

comments