Name Price24H (%)
Bitcoin (BTC)
$3,446.12
-0.26%
Ethereum (ETH)
$106.88
-0.91%
XRP (XRP)
$0.310690
-2.04%
EOS (EOS)
$2.31
-0.19%
Bitcoin Gold (BTG)
$9.80
-5.08%
Bank Kini Sudah Berani Meluncurkan ATM Cryptocurrency

Berita

Bank Kini Sudah Berani Meluncurkan ATM Cryptocurrency

Salah satu bank di Filipina dilaporkan sudah merilis ATM cryptocurrency yang memenuhi spesifikasi Bangko Sentral ng Pilipinas. Di Filipina, bank sentral mengatur cryptocurrency “ketika digunakan untuk pengiriman jasa keuangan, khususnya, untuk pembayaran dan pengiriman uang.”

ATM Unionbank

The Philippine Star melaporkan pada hari Rabu minggu lalu bahwa mesin ATM Union Bank of Philippines (Unionbank) akan menjadi ATM crypto pertama di negara tersebut yang mematuhi aturan yang ditetapkan oleh bank sentral, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP). Proyek ini adalah bagian dari peraturan pemerintah Filipina. Bank mengatakan telah berkolaborasi dengan BSP untuk menyediakan solusi inovatif bagi warga Filipina.

Unionbank mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Dalam upaya lanjutan bank untuk memenuhi kebutuhan dan selera pelanggan yang terus berkembang, termasuk klien yang menggunakan mata uang virtual, ATM akan memberikan klien ini saluran alternatif untuk mengubah peso mereka menjadi mata uang virtual dan sebaliknya.” Belum ada pembeberan mengenai koin spesifik yang disebutkan dalam pengumuman tersebut.

Regulasi Cryptocurrency di Filipina

Bangko Sentral ng Pilipinas menjelaskan, “Mengikuti saran peringatan yang dikeluarkan oleh BSP pada bulan Maret 2014, pendekatan pengaturan formal diadopsi melalui penerbitan Surat Edaran No. 944 tanggal 6 Februari 2017.” Surat edaran ini menetapkan “pedoman untuk mata uang virtual (VC) pertukaran/bursa “menawarkan” layanan atau terlibat dalam kegiatan yang menyediakan fasilitas untuk konversi atau pertukaran mata uang fiat ke VC atau sebaliknya “di negara ini, tulis BSP.

Yang perlu diperhatiakan bahwa regulasi tersebut “tidak bermaksud mendukung” segala bentuk cryptocurrency termasuk bitcoin, BSP mengklarifikasi bahwa peraturan itu bertujuan untuk mengatur mereka “ketika digunakan untuk pengiriman jasa keuangan, khususnya, untuk pembayaran dan pengiriman uang.”

Menurut surat edaran, bursa crypto harus memperoleh sertifikat pendaftaran untuk beroperasi sebagai perusahaan pengiriman uang dan transfer. Selain itu, “Pembayaran nilai besar lebih dari P500.000 [~ 2,5 Milyar] atau setara dengan mata uang asingnya, dalam setiap transaksi dengan pelanggan atau counterparty, hanya akan dilakukan melalui pembayaran cek atau kredit langsung ke rekening deposito.”

Selain itu, mereka harus “mempertahankan sistem kontrol internal yang sepadan dengan sifat, ukuran, dan kompleksitas bisnis masing-masing” dan mematuhi standar kontrol minimum yang dikeluarkan oleh BSP.

Pada November tahun lalu, bank sentral telah mengeluarkan lisensi sementara untuk tujuh bursa crypto dan sedang mengevaluasi lebih dari 40 aplikasi saat ini, menurut sebuah dokumen di situs webnya.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer