Name Price24H (%)
Bitcoin (BTC)
$6,474.79
-0.67%
Ethereum (ETH)
$202.96
-1.26%
Bitcoin Gold (BTG)
$25.92
-1.14%
XRP (XRP)
$0.444118
-2.12%
EOS (EOS)
$5.37
-1.33%
Apa Arti Volatilitas Bitcoin Bagi Anda/Investor, Baik Atau B...

Berita, Berita Bitcoin

Apa Arti Volatilitas Bitcoin Bagi Anda/Investor, Baik Atau Buruk?

Salah satu alasan yang digunakan untuk melawan Bitcoin, termasuk ungkapan Jamie Dimon, untuk menyerang Bitcoin adalah volatilitasnya yang tinggi. Apakah volatilitas tinggi itu sangat buruk bagi Bitcoin?

Memang sudah dari awal bitcoin muncul volatilitas Bitcoin sangat tinggi. Banyak yang senang dan ada juga yang sedih karena kehilangan dana mereka. Sebenarnya tidak rugi atau kehilangan dana. Cuman dana mereka hanya berpindah tangan. Contoh “di tahun 2013/2014 Bitcoin mengalami kenaikan harga hingga 1200 dollar atau dalam rupiah sekitar 15 juta dan waktu itu mengalami penurunan drastic hingga 200 dollar/2jt rupiah. Ada seseorang yang membeli Bitcoin di harga 15 juta, lalu harga turun selama tahun tersebut sampai 2015/2016 hingga 2 jt rupiah. Menurut saya dia tidak rugi jika dia bisa memanagement hal tersebut dengan menahan/hold Bitcoin hingga sekarang, dan lihat sendiri kan harga bitcoin di tahun ini kemarin dapat mencapai hampir 5000 dollar. Anda tidak rugi namun cuma berpindah tangan.”

Oke cukup ya intermezonya, mari kita masuk ke materi.

Nah disini saya akan mengurai mengenai volatilitas Bitcoin itu baik atau buruk.

Volatilitas adalah kesempatan bagi para pedagang

Bagi para pedagang harian dan investor jangka pendek bukan pedagang tahunan, volatilitas Bitcoin memberi kesempatan besar untuk menghasilkan keuntungan. Dengan memprediksi tren jangka pendek di Bitcoin secara benar, para pedagang tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang besar; jauh lebih banyak daripada investor yang memiliki strategi buy-and-hold seperti cerita diatas, hold karena keadaan hehe.

Kelas aset yang sangat volatile

Salah satu alasan mengapa investor tradisional mengabaikan Bitcoin adalah bahwa harganya yang sering berayun dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Harganya meningkat dari sekitar $ 1.000 pada awal tahun ke puncak hingga mencapai $ 5.000 pada bulan September 2017 (keuntungan +400 persen), dan akhirnya jatuh ke harga terendah $ 3.000 (-40 persen dari puncaknya). Bahkan hal ini kejadiannya sama seperti dulu, harga Bitcoin jatuh dari $ 32 menjadi $ 2 di tahun 2011 (turun 94 persen). Ada periode volatilitas yang rendah, tapi ini jarang terjadi. Bitcoin bisa disebut emas digital, namun dalam hal volatilitas, Bitcoin memang rajanya.

Volatilitas memang tidak bisa dihindari selama masa pertumbuhan

Bitcoin masih tergolong sebagai kelas aset yang relatif baru. Meskipun tingkat kesadaran tentang Bitcoin di antara populasi umum sudah meningkat, hanya sebagian kecil dari mereka yang memiliki Bitcoin dalam jumlah yang besar.

Terlebih lagi, investor institusi juga menghindari Bitcoin, mengingat sifatnya yang tidak diatur dan risiko yang terkait dengannya.

Seiring dengan adopsi/penggunaan Bitcoin yang terus meningkat dan permintaannya yang meningkat, harga Bitcoin bisa saja bergerak naik dengan cepat.

Demikian pula, jika ada berita negatif tentang Bitcoin, seperti rumor Cina yang akan menghentikan operasi bursa pertukaran kriptocurrency di negaranya, beberapa pemegang/bagholder Bitcoin mulai menjual Bitcoin dan harganya pun bisa turun dengan cepat.

Benar kan..

Namun berbeda lagi jika Bitcoin sudah tersebar luas nantinya, dan banyak orang yang mulai memegang Bitcoin, Harga Bitcoin bahkan volatilitasnya akan berkurang dan akan bergerak secara substansial.

Fajar Himawan

Komentar

comments

coinmag

Trader, Analis Bitcoin dan Altcoin, Chemical Engineer